Protes NOC Indonesia atas Kebijakan OCA yang Mengeluarkan Timnas U23 dari Asian Games 2026
Sumber Foto: Kompas.com
Olahraga

Protes NOC Indonesia atas Kebijakan OCA yang Mengeluarkan Timnas U23 dari Asian Games 2026

Ruang Bangsa - Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com, 20 Februari 2026, 21:26 WIB

Add on Google

Pratama Yudha,

Firzie A. Idris

Tim Redaksi

Lihat Foto

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, berbicara dalam kunjungannya ke Menara Kompas, Jakarta, pada Senin (29/9/2025).(KOMPAS.com/Firzie A. Idris)

KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, buka suara terkait aturan baru yang diterapkan Olympic Council of Asia (OCA) pada cabang olahraga sepak bola putra di Asian Games.

Dia memprotes kebijakan baru yang melakukan proses grading peserta tanpa melalui mekanisme kualifikasi yang tidak lazim seperti yang biasanya dilakukan pada multievent terbesar di Asia tersebut.

Jumlah negara peserta cabang sepak bola putra Asian Games 2026 berkurang drastis dibandingkan edisi 2022 lalu yang masih mengikutsertakan 24 negara.

Kali ini, hanya akan ada 16 tim yang akan berpartisipasi cabor sepak bola putra di Asian Games.

Pengurangan peserta terjadi lantaran Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan OCA tidak lagi membebaskan kepada setiap negara untuk ambil bagian di sepak bola Asian Games seperti edisi-edisi sebelumnya.

Mulai Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, pesertanya diambil dari negara-negara yang lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026.

Baca juga: Link Live Streaming Persija Vs PSM Makassar di Super League Malam Ini

Imbasnya, Timnas U23 Indonesia gagal mentas di Asian Games 2026 dikarenakan tidak lolos ke Piala Asia U23 2026.

Diungkapkan Oktohari, keputusan tersebut tidaklah adil.

NOC Indonesia pun telah melaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, untuk menyikapi langkah yang diambil oleh OCA itu.

‎"Jadi, kita juga secara informal saya laporkan sama Menpora bahwa kami, NOC, sudah menyikapi apa yang dilakukan oleh OCA (Olympic Council of Asia)," ujar Okto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2/2026). ‎

"Bahwa kalau sepak bola ternyata dilakukan proses grading tanpa kualifikasi, ini kan tidak biasa. Biasanya di Asian Games itu kan semuanya ikut."

‎"Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kita dan itu harus fair," ungkap dia.

Minta Transparansi

Oktohari mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut dan meminta adanya transparansi.

Baca juga: Mantan Kapten Man United Ingin Pep Guardiola Tetap Latih Man City

Sebab, kejadian ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah penyelenggaraan Asian Games di mana cabang olahraga sepak bola selalu dipertandingkan tanpa adanya sistem grading seperti yang diterapkan pada Asian Games 2026.

Dan jika memang terdapat kendala di tuan rumah, seharusnya bisa disosialisasikan kepada seluruh calon negara peserta agar tidak ada yang merasa dirugikan.

‎"Kami terus melakukan komunikasi. Kami terima kasih Pak Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kita lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui Presidennya, itu mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil," ucap Oktohari.

Lebih lanjut, Oktohari menekankan bahwa sepak bola merupakan olahraga dengan basis penggemar terbesar di Asian Games.

Sehingga setiap kebijakan yang diambil dan menyangkut partisipasi negara peserta seharusnya mempertimbangkan dampaknya secara luas.

Baca juga: Persib Ubah Jadwal Latihan Selama Ramadhan, Bojan Hodak Ungkap Alasannya

‎"Karena yang paling utama, kami ingatkan juga kepada mereka bahwa fanbase sepak bola itu paling besar dari semua cabang olahraga di Asian Games," tutur dia.

‎"Tuan rumah itu tidak boleh semena-mena. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepak bola lainnya di Asia," jelas Okto.

Komunikasi Lintas Negara

Oktohari juga mengatakan bahwa pihaknya telah membuka komunikasi dengan Ketua Federasi Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain, yang memiliki pandangan serupa terkait kebijakan tersebut.

‎‎"Dua hari lalu sama Ketua Sepak Bola Qatar, itu Jassim Al-Buenain. Saya sudah komunikasi langsung dan dia juga merasa ini sesuatu yang harus diupayakan," kata Oktohari.

‎"Pasti (protes) dong, gitu. Kan dengan dibikinnya grading yang tanpa kualifikasi, jadinya hanya 16 kan yang ikut kan? Berarti kan sisanya kan enggak ikut dari 45 negara."

"Nah, yang sisanya itu kan merasa dirugikan. Padahal fanbase-nya kalau untuk Asian Games pasti banyak dari sepak bola, gitu. Nah ini suaranya sama dengan negara-negara yang lain," jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Timnas Indonesia

pssi

Raja Sapta Oktohari

Komite Olimpiade Indonesia

Asian Games

Timnas U23 Indonesia

NOC Indonesia

Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

koi

Asian Games 2026

Lihat Sports Selengkapnya

Janji Calon Presiden Barcelona Jika Terpilih

Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Ketimbang Pulangkan Messi, Calon Presiden Barcelona Pilih Bidik Bomber Bayern Muenchen

Komentar Sandy Walsh Usai Bawa Buriram United Lolos Babak 16 Besar ACL Elite

Presiden FIFA dan UEFA Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Membantu Kejahatan Perang

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Arteta Bidik Sejarah di Liga Champions, Arsenal Ingin Rebut Takhta PSG

Liga Champions

30/05/2026, 00:29 WIB

PSG vs Arsenal di Final Liga Champions, Enrique Singung Dua Jalur ke Final

Liga Champions

29/05/2026, 23:09 WIB

PSG vs Arsenal di Final Liga Champions, Kata Dembele Soal The Gunners

Liga Champions

29/05/2026, 22:42 WIB

Mourinho Teken Kontrak dengan Real Madrid, Pengumuman Resmi Usai Pemilu

Liga Spanyol

29/05/2026, 22:13 WIB

Maarten Paes Lamar Sang Kekasih Usai Aksi Heroik Lawan Utrecht

Timnas Indonesia

29/05/2026, 21:52 WIB

Hasil Practice MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Tembus Q2, Comeback Manis Usai Absen

Motogp

29/05/2026, 21:39 WIB

Rekap Hasil Singapore Open 2026: Indonesia Punya 2 Wakil di Semifinal

Badminton

29/05/2026, 21:14 WIB

Final UCL PSG Vs Arsenal: Arteta Diminta Tak Mainkan Timber dan Lewis-Skelly

Liga Champions

29/05/2026, 20:25 WIB

Hasil Practice Moto3 Italia 2026: Veda Ega Kunci Posisi ke-9 dan Lolos Q2

Motogp

29/05/2026, 19:59 WIB

Barcelona Tawar Julian Alvarez, Atletico Patok Harga Rp 2,67 Triliun

Liga Spanyol

29/05/2026, 19:55 WIB

Timnas Futsal Ikut Turnamen di Brasil, Hector Souto Ingatkan Suporter Soal Ekspektasi

Timnas Indonesia

29/05/2026, 19:45 WIB

Tak Mau Seperti Man United, Legenda Sarankan Liverpool Tak Pecat Slot

Liga Inggris

29/05/2026, 18:15 WIB

Jay Idzes Absen, Ini Stok Bek Tengah Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Timnas Indonesia

29/05/2026, 18:02 WIB

Fabrizio Romano: Liverpool Enggan Lepas Alisson ke Juventus

Liga Italia

29/05/2026, 17:54 WIB

Jadwal Piala Presiden 2026 Mundur, PSMS Medan Buka Kans Tuan Rumah

Liga Indonesia

29/05/2026, 17:46 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Terpopuler

1

Bos Hanania Travel Tawarkan 2 Opsi: Reschedule dengan Biaya Tambahan atau Refund 2 Tahun

2

Hasil Practice Moto3: Melesat di Menit Akhir, Veda Ega Lolos ke Q2

3

Dari Rancaekek ke Kota Bandung: Saat Commuter Line Mengubah Hidup Wawan, Tak Lagi Jadi "Pedagang Tua di Jalan”

4

“Saya Tidak Punya Rumah Sendiri” Kisah Sri Menghabiskan Sisa Hidup di Panti Jompo

5

Rupiah Makin Terjepit, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Now Trending

Dari Perancis, Prabowo Langsung Pulang ke Indonesia

Rekap Hasil Singapore Open 2026: Indonesia Punya 2 Wakil di Semifinal

Wakil Ketua Komisi X: Pelajaran Bahasa Perancis Bisa Diterapkan Secara Bertahap

Mama Sinta Klaim Tak Pernah Diajak Main Film Pesta Babi, Minta Penayangannya Dihentikan

Bos Hanania Travel Tawarkan 2 Opsi: Reschedule dengan Biaya Tambahan atau Refund 2 Tahun

Hasil Practice Moto3: Melesat di Menit Akhir, Veda Ega Lolos ke Q2

Dari Rancaekek ke Kota Bandung: Saat Commuter Line Mengubah Hidup Wawan, Tak Lagi Jadi "Pedagang Tua di Jalan”

“Saya Tidak Punya Rumah Sendiri” Kisah Sri Menghabiskan Sisa Hidup di Panti Jompo

Komentar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mungkin Anda melewatkan ini

Jadwal Persib Vs Persita, Memori Buruk Putaran Pertama

Chelsea Vs Burnley, Ajang Rosenior Kembalikan The Blues ke Trek Positif

Link Live Streaming Semen Padang Vs Malut United di Super League

Link Live Streaming Persija Vs PSM Makassar di Super League Malam Ini

Mantan Kapten Man United Ingin Pep Guardiola Tetap Latih Man City