Ruang Bangsa - TALIABU – Polres Pulau Taliabu menginisiasi forum dialog bersama Pemerintah Daerah dan tokoh agama untuk menjaga stabilitas masyarakat di tengah dampak konflik di Halmahera Tengah yang telah berhasil diredam aparat gabungan TNI/Polri.
Kegiatan tersebut digelar di Kedai Kopi Liang Haya dengan konsep diskusi interaktif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga pemuka agama.
Dalam forum itu, Polres Taliabu mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah, terutama yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah Pulau Taliabu Hayatudin Fataruba, Kepala Dinas Kesbangpol Amrul Badal, Kabag Ops Polres Pulau Taliabu Kompol Zainal Saidiman, Kasat Binmas Iptu Yuni La Ouwi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Taliabu Muhdin Mansur Soamole, serta para tokoh agama dari kalangan imam dan pendeta.
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyun Kashogi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang terbuka untuk bertukar pandangan sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan di Maluku Utara, khususnya di Pulau Taliabu,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika sosial yang berkembang.
Polres Taliabu menilai sinergi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk mencegah potensi konflik sekaligus menjaga harmoni sosial di wilayah tersebut.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meredam isu-isu sensitif serta mempererat hubungan antar elemen masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu. (*)