Ruang Bangsa - Hussain Sajwani juga menegaskan hadirnya proyek ini menjadi visi perusahaan untuk dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. “Kami senang melihat kemajuan pesat pembangunan ini yang berhasil rampung dalam waktu singkat guna memenuhi kebutuhan data center generasi terbaru,” katanya.
Sebagaimana diketahui rencana pembangunan Jakarta Data Center (JKT-01) ini kali pertama diumumkan pada tahun 2024. “Pemilihan lokasi di kawasan MT Haryono ini memiliki pertimbangan strategis bahwa daerah ini berada di dalam klaster pusat data yang paling terkoneksi dan bisa menjadi pusat hub data di wilayah Jakarta,” kata Hussain Sajwani.
Bangunan JKT-01 ini hadir dengan fasilitas setinggi enam lantai yang berada di atas lahan dengan luas 3.600 meter persegi dan bangunan seluas 15.080 meter persegi. Nantinya bangunan ini akan mendistribusikan daya sebesar 19,2 MW.
Hussain Sajwani menjelaskan dengan mengadopsi sistem menara pendingin air (water cooling tower) yang mutakhir, fasilitas ini nantinya mampu menampung hingga 1.350 rak dengan kerapatan rata-rata 13–15 kW dengan efisiensi energi maksimal.
“JKT-01 akan memiliki tiga ruang data (data hall) seluas masing-masing sekitar 760 meter persegi yang khusus dirancang untuk memberikan efisiensi energi, mendukung operasional berkelanjutan, dan selaras dengan standar global pusat data ramah lingkungan (green data center),” jelas Hussain Sajwani.
Hussain Sajwani menambahkan lagi kehadiran JKT-01 diproyeksikan dapat menjawab permintaan yang terus meningkat dari Penyedia Layanan Cloud (CSP) dan penyebaran edge computing. Fase pertama dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026. “Fase ini menjadi bukti terhadap jejak portfolio DAMAC Digital di seluruh wilayah Asia Tenggara, dan itu dimulai dari Jakarta,” ujarnya.