WTO Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global 2026 Jadi 0,5%
Internasional

WTO Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global 2026 Jadi 0,5%

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) resmi memangkas proyeksi pertumbuhan volume perdagangan global untuk tahun 2026 menjadi hanya 0,5 persen, jauh di bawah perkiraan sebelumnya sebesar 1,8 persen. Revisi ini mencerminkan kekhawatiran meningkatnya ketegangan perdagangan antara negara -negara besar, terutama Amerika Serikat dan Tiongkok, yang dinilai berpotensi memperlambat arus ekspor-impor serta menghambat pemulihan ekonomi global.

Dalam laporan resminya, WTO menjelaskan bahwa kinerja perdagangan dunia sepanjang 2025 memang menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 2,4 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan impor barang-barang teknologi, terutama produk terkait kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan permintaan menjelang penerapan tarif baru oleh Amerika Serikat. Namun, WTO menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat sementara, karena efek "frontloading" atau percepatan impor sebelum tarif baru diberlakukan.

Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, dalam konferensi pers di Jenewa menyampaikan bahwa tekanan proteksionisme dan kebijakan perdagangan yang semakin tertutup menjadi tantangan serius bagi sistem perdagangan multilateral. "Ketegangan geopolitik dan langkah-langkah perdagangan unilateral telah menurunkan kepercayaan dunia usaha. Outlook untuk 2026 masih lemah," ujarnya. Ia menambahkan, negara-negara berkembang kemungkinan akan menanggung dampak paling besar karena masih bergantung pada ekspor komoditas dan manufaktur dasar.

Para analis menilai bahwa revisi proyeksi ini bisa menjadi sinyal awal perlambatan ekonomi dunia yang lebih luas. Negara maju mungkin akan menghadapi inflasi akibat kenaikan harga impor, sementara negara berkembang berisiko kehilangan pendapatan ekspor dan cadangan devisa. Selain itu, penurunan volume perdagangan juga dapat menekan investasi lintas negara serta memperlambat pertumbuhan lapangan kerja global.

WTO menyerukan agar negara-negara anggota memperkuat kerja sama internasional dan menghindari langkah-langkah proteksionis yang berlebihan. Menurut lembaga tersebut, menjaga keterbukaan pasar, memperkuat rantai pasok global, dan memperbarui aturan perdagangan internasional menjadi kunci untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dunia di tengah situasi yang tidak menentu.

You can share this post!