Warga Tangsel Suarakan Hak atas Udara Bersih
Forum Warga

Warga Tangsel Suarakan Hak atas Udara Bersih

Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap polusi udara dan praktik pembakaran sampah dalam forum diskusi yang diadakan oleh Yayasan Udara Anak Bangsa dan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Ciputat. Kegiatan ini bertajuk 'Curhat Warga Tangsel Cari Solusi Polusi' dan menjadi wadah bagi warga, akademisi, serta tenaga medis untuk berdialog mengenai dampak polusi udara terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pentingnya Dialog Terbuka

Dalam acara tersebut, ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara UPJ dan Yayasan Udara Anak Bangsa sebagai bentuk komitmen kolaborasi dalam advokasi lingkungan. Rektor UPJ, Prof. Elisabeth Rukmini, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menanggapi isu-isu publik dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus seharusnya menjadi tempat untuk diskusi yang menghubungkan riset akademik dengan pengalaman masyarakat.

Penyebab Polusi Udara

Dr. Ir. Resdiansyah, dosen UPJ dan Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, membahas kontribusi sektor transportasi terhadap polusi udara di wilayah Tangsel. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan kendaraan pribadi, kemacetan, dan keterbatasan integrasi transportasi publik merupakan faktor penyebab peningkatan emisi. "Jika jumlah kendaraan terus bertambah tanpa adanya sistem transportasi yang ramah lingkungan, dampaknya akan terus dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Dampak Kesehatan dari Polusi

Dari perspektif kesehatan, Feni Fitriani Taufik mengingatkan tentang risiko yang ditimbulkan oleh pembakaran sampah terhadap sistem pernapasan. Asap yang dihasilkan mengandung partikel halus dan zat beracun yang dapat memasuki paru-paru, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Diskusi Kelompok untuk Solusi

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) di mana warga dibagi menjadi tiga kelompok untuk membahas pengalaman terkait pengelolaan sampah, praktek pembakaran sampah, dan efektivitas pelaporan kepada pihak berwenang. Diskusi ini difasilitasi oleh tim Universitas Pembangunan Jaya.

Selama FGD, peserta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, termasuk kebiasaan masyarakat, keterbatasan layanan pengangkutan sampah, dan minimnya tindak lanjut atas laporan mengenai pembakaran sampah. Mereka juga merumuskan langkah-langkah realistis yang dapat dilakukan di tingkat komunitas dengan dukungan dari pemerintah daerah.

Rekomendasi untuk Kebijakan Lingkungan

Hasil diskusi tersebut dirangkum dalam bentuk petisi dan rekomendasi yang mencakup tuntutan untuk mengendalikan pembakaran sampah, mengurangi emisi dari sektor transportasi, serta memenuhi hak masyarakat atas udara bersih. Melalui forum Biru Talks, Yayasan Udara Anak Bangsa dan UPJ berharap suara warga ini dapat memperkuat advokasi kebijakan lingkungan dan mendorong tindakan konkret dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melindungi kesehatan publik dari dampak polusi udara.

You can share this post!