Bekasi – Warga yang tinggal di kompleks Perumahan Taman Aster RW 07 dan RW 09 menggelar aksi demonstrasi untuk menolak pembangunan perumahan oleh pengembang Ciputra yang berencana menggunakan akses jalan kawasan perumahan. Para warga mengungkapkan kekhawatiran bahwa pengembang belum memiliki izin yang diperlukan untuk proyek tersebut.
Ketua Forum Warga Taman Aster, Imam Johari, menegaskan penolakan terhadap penggunaan jalan Taman Aster oleh kendaraan proyek. Ia menyatakan bahwa selama ini pengembang Ciputra belum melakukan sosialisasi kepada warga terkait rencana tersebut. "Kami meminta pengembang untuk membangun jalan sendiri dan tidak melewati akses jalan Taman Aster," tegasnya.
Imam juga menyoroti bahwa pembangunan perumahan yang terletak di belakang Taman Aster diduga belum mengantongi izin dari pemerintah daerah. Aksi demonstrasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh warga dari dua RW di kawasan tersebut, dengan tuntutan agar pengembang tidak mengganggu akses jalan yang sudah ada.
Warga mengungkapkan kekhawatiran terkait kemacetan yang terjadi di jalan menuju dan keluar dari Taman Aster, terutama pada pagi hari. "Jalan ini sudah cukup ramai, dan kami tidak ingin bertambahnya kendaraan dari proyek pembangunan," ungkapnya.
Keluhan juga datang dari warga RT 21, yang menyatakan bahwa mereka sering mengalami banjir saat hujan turun, yang diduga akibat dari penurapan kali yang dilakukan oleh pengembang.
Ketua RW 09 Taman Aster, Fahrul Rozzi, menambahkan bahwa kehadiran pengembang Ciputra yang berencana membangun 1800 rumah akan menambah jumlah kendaraan yang melintas di jalan Taman Aster. "Jika satu rumah memiliki satu kendaraan, berarti akan ada 1800 kendaraan yang lalu-lalang setiap hari. Kami meminta pengembang untuk mempertimbangkan akses jalan yang lebih baik untuk kendaraan proyek dan pemilik rumah," ujarnya.
Para warga berencana untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, agar merespons permasalahan ini. "Kami akan terus menyuarakan tuntutan warga Taman Aster untuk memastikan proyek ini tidak merugikan kami," tutup Imam Johari.