Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan warga Afrika Selatan untuk memasuki Indonesia tanpa visa. Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan CEO Forum di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Jumat sore waktu setempat, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Gibran menjelaskan bahwa kebijakan bebas visa ini merupakan hasil dari pertemuan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, bulan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyatakan, "Kunjungan Presiden Ramaphosa ke Indonesia mencerminkan kerja sama yang erat antara kedua negara. Kedua Presiden sepakat untuk bebas visa masuk, jadi ini adalah kabar baik bagi Anda semua, tidak ada lagi visa."
Wakil Presiden Gibran menekankan komitmen Indonesia untuk memperluas investasi di Afrika Selatan, khususnya dalam sektor pertanian dan energi. Ia menyebut Afrika Selatan sebagai mitra strategis dan pintu gerbang bagi Indonesia untuk memasuki pasar Afrika. "Kami memiliki kapasitas industri, sumber daya manusia, jaringan manufaktur, teknologi, dan akses ke pasar ASEAN yang dapat dimanfaatkan," tambahnya.
Dalam acara tersebut, Gibran juga mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai industri strategis antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap membantu Afrika yang dianggap sebagai penentu masa depan. "Afrika berkembang sangat pesat dan penuh potensi. Afrika adalah masa depan dan Indonesia ingin membangun masa depan itu bersama Afrika," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Ramaphosa di Jakarta, Presiden Prabowo menyatakan harapannya untuk mempercepat implementasi perjanjian kerja sama antara kedua negara. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pengiriman tim teknis dan delegasi untuk membahas program konkret yang dapat dilaksanakan bersama.