Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Selenggarakan Forum Warga untuk Mendorong Ketahanan Pangan
Forum Warga

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Selenggarakan Forum Warga untuk Mendorong Ketahanan Pangan

Indonesia, sebagai negara agraris, memiliki banyak lahan pertanian yang tersebar di seluruh nusantara. Pertanian menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, di mana mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan hasil pertanian merupakan sumber ketahanan pangan utama. Oleh karena itu, permasalahan di sektor pertanian memerlukan perhatian dan peran serta dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat sipil seperti Muhammadiyah.

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Pusat Studi Muhammadiyah (PSM) dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah mengadakan diskusi bertajuk “Penguatan Kapasitas Cabang dan Ranting Muhammadiyah terhadap Pemanfaatan Pertanian Desa untuk Ketahanan Pangan”. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 16 April, di Joglo Munggur, Minggir, Moyudan, Sleman.

Diskusi dibuka oleh Nasirun, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir, yang mengharapkan agar hasil diskusi ini dapat memberikan solusi bagi para petani, terutama dalam meningkatkan variasi pertanian padi dan mengatasi masalah hama. Ia juga menekankan pentingnya langkah tindak lanjut untuk membantu warga Minggir, yang berperan sebagai penyangga ketahanan pangan di Kabupaten Sleman.

Bachtiar Dwi Kurniawan, Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, menambahkan bahwa kehadiran PSM dan MPM di Minggir merupakan wujud pengabdian dosen-dosen UMY dalam mendukung program Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dengan masyarakat akar rumput untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengabdian.

Ir. Ibnu Mahmud Bilalludin, anggota DPR RI Komisi II, dalam pemaparannya menekankan perlunya sektor pertanian untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan pangan yang semakin meningkat harus diimbangi dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan lahan pertanian. Menurutnya, teknologi dapat membantu mengoptimalkan proses produksi, seperti dalam budidaya udang dengan teknologi aquatic.

Dr. M. Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah, juga sependapat dengan pentingnya penerapan teknologi dalam pertanian. Ia menyatakan bahwa petani harus memasuki fase korporasi pertanian, dan Muhammadiyah perlu memperkuat kelembagaan di tingkat cabang dan ranting untuk mendukung petani dalam menjangkau pasar dengan hasil produksi yang berkualitas. Nurul Yamin menambahkan bahwa MPM telah melakukan studi banding ke IPB untuk mempelajari konsep smart farming.

Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri, diikuti dengan buka bersama. Melalui acara ini, diharapkan tercipta sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan para petani untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

You can share this post!