Sekitarbandung.com – Tragedi memilukan pernah mengguncang Indonesia pada 21 Juni 2012 silam, ketika sebuah pesawat angkut militer milik TNI Angkatan Udara jatuh dan menimpa permukiman warga.
Peristiwa tersebut merenggut nyawa banyak orang, termasuk istri dan anak seorang perwira TNI yang saat itu tengah berada di dalam rumah.
Pesawat angkut Fokker F-27 Friendship dengan nomor registrasi A-2708 diketahui mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pesawat yang sedang menjalankan misi latihan rutin itu tiba-tiba kehilangan kendali dan jatuh di kawasan padat penduduk di wilayah Jakarta Timur.
Salah satu kisah paling menyayat hati datang dari keluarga seorang Mayor TNI AU yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Sang istri dan anaknya dilaporkan tengah berada di ruang tamu rumah saat badan pesawat menghantam bangunan secara tiba-tiba.
Tanpa sempat menyelamatkan diri, keduanya meninggal dunia seketika akibat benturan keras dan kebakaran yang terjadi setelah kecelakaan.
Peristiwa itu menjadi mimpi buruk yang datang tanpa peringatan. Warga sekitar mengaku mendengar suara ledakan keras disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi.
Baca Juga: Tragedi Pesawat Hercules C-130 Tahun 2015, Baru Dua Menit Lepas Landas Pesawat TNI AU Menukik dan Hantam Ruko
Puing-puing pesawat berserakan, sementara sejumlah rumah hancur dan terbakar akibat dampak jatuhnya pesawat bermesin baling-baling tersebut.
Data mencatat, kecelakaan Fokker F-27 Friendship A-2708 menewaskan seluruh awak pesawat serta sejumlah warga sipil di darat.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan militer paling fatal dalam sejarah Indonesia, sekaligus membuka kembali sorotan terhadap usia armada pesawat militer yang saat itu masih digunakan.
Pemerintah dan TNI AU kala itu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban.
Proses evakuasi dan identifikasi korban berlangsung dramatis, mengingat kondisi pesawat yang terbakar hebat serta lokasi jatuh yang berada di tengah permukiman padat.
Lebih dari satu dekade berlalu, tragedi ini masih meninggalkan luka mendalam, khususnya bagi keluarga korban.
Kisah istri dan anak Mayor TNI yang tewas tertimpa pesawat di ruang tamu rumah mereka menjadi simbol betapa maut bisa datang dari arah yang tak pernah diduga.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan, modernisasi alutsista, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil yang tinggal di sekitar jalur penerbangan dan pangkalan udara.
Baca Juga: Tragedi Pesawat Uji Coba Sukhoi Superjet 100 Asal Rusia, Duka dalam Penerbangan Demonstrasi di Indonesia
Post Views: 221
Dicky Wicaksono
Tags
Anak Atas Datang Istri Kisah Kisah Pilu Istri dan Anak Mayor Tertimpa Pesawat di Ruang Tamu Maut Maut Datang dari Atas Mayor Pesawat Pesawat Angkut Fokker F-27 Friendship Pilu Ruang Ruang Tamu Tamu Tertimpa
Related Post
3 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Keluyuran ke Luar Kota Saat WFH karena Terlacak oleh Sistem
16 April 2026
Kuda Nil Simpan Kekuatan Monster di Balik Tampilan seperti Timbunan Lemak
16 April 2026
Belum Pernah Lihat Ayahnya Pakai Seragam, Anak ini Kaget Saat Tahu Ternyata Ayahnya Polisi
16 April 2026
7 Tanda Pasangan Red Flag yang Wajib Diketahui Sebelum Putuskan Menikah
16 April 2026
Momen Ketika Bapak Guru ini Punya Kesabaran Setipis Tisu dalam Mengajar Muridnya di SLBN 1 Sumbawa
16 April 2026
Tinggalkan komentar
Komentar
Nama Surel Situs web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.