Ustaz Adi Hidayat merupakan seorang ulama asal Pandeglang, Banten, yang kini tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode tahun 2022-2027.
Biodata Ustaz Adi Hidayat
Nama lengkap: Adi Hidayat
Nama panggilan: UAH, Adi
Tempat, tanggal lahir: Banten, 11 September 1984
Agama: Islam
Orang tua: Warson Supena (ayah) dan Hj. Rafiah Akhyar (ibu)
Pasangan: Shufairok (Mbak Lir)
Anak-anak: Muhammad Hamil Quran, Amelia Habibatul Musthofa, Muhammad Abdullah Amali (lahir 2019), Rabi’ati Khairatun Hisan (lahir 2021), Amira Rafi’ati Muslimah (lahir 2022)
Sosial media: @adihidayatofficial (Instagram, TikTok), Adi Hidayat Official (YouTube)
Pekerjaan: Ulama
Pendidikan:
Madrasah Aliyah (MA) Darul Arqam Muhammadiyyah, Garut
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta - S1, Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI)
S1 Kulliyah Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya
S2 International Islamic Call College, Tripoli, Libya
Kehidupan Pribadi Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat merupakan pria kelahiran Pandeglang, Banten, pada tanggal 11 September 1984. Ia terlahir dari pasangan Warson Supena dan Hj. Rafiah Akhyar.
Ustaz Adi telah menikah dengan seorang wanita asal Rembang, Jawa Tengah, bernama Shufairok atau yang akrab dipanggil Mbak Lir.
Kisah asmara mereka pun tak kalah menarik untuk dibahas, mengingat Mbak Lir ternyata sampai rela menunggu hingga 7 tahun untuk menikah dengan Ustaz Adi.
Hal tersebut dikarenakan Ustaz Adi yang sedang menempuh pendidikan S2 di Tripoli, Libya. Selain itu, ibu Ustaz Adi juga mengamanahkan anaknya untuk belajar minimal hingga S2 sebelum memutuskan menikah.
Kini, Ustaz Adi dan Mbak Lir telah hidup bahagia dan dikaruniai lima orang anak, yaitu Muhammad Hamil Quran, Amelia Habibatul Musthofa, Muhammad Abdullah Amali, Rabi’ati Khairatun Hisan, Amira Rafi’ati Muslimah.
Pendidikan dan Prestasi Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat dikenal memiliki fondasi pendidikan Islam yang kuat sejak usia muda. Jenjang SMP dan SMA ia jalani di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut. Selama mondok, ia kerap meraih penghargaan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Saat duduk di Madrasah Aliyah, ia juga mulai aktif berdakwah, bahkan sering diajak oleh pamannya, KH Rafiuddin Akhyar, untuk mengisi ceramah di berbagai wilayah Banten.
Pada 2003, ia diterima di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program kerja sama dengan Universitas Al-Azhar, Mesir.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2005, ia memperoleh undangan khusus untuk melanjutkan studi sarjananya di Kulliyyah Dakwah Islamiyyah, Libya.
Selama menempuh pendidikan di luar negeri, ia memperdalam berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti fikih, usul fikih, hadis, tarikh, hingga bahasa Arab.
Dalam bidang Al-Qur’an, ia belajar langsung kepada sejumlah ulama internasional, di antaranya Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim, Syaikh Ali al-Liby, Syaikh Ali Ahmar, dan Syaikh Ali dari Tanzania. Untuk ilmu tafsir, ia juga berguru kepada Syaikh Thanthawi Jauhari dan Dr. Bajinqi.
Kemudian, Ustaz Adi Hidayat juga melanjutkan studi magister di International Islamic Call College, Tripoli.
Pada 2019, ia menerima gelar doktor honoris causa dari International Astrolabe University serta Passion International University of America atas kontribusinya dalam bidang sains, kebudayaan, pelayanan masyarakat, dan dakwah internasional.
Selanjutnya, pada 2023, ia kembali dianugerahi doktor honoris causa dalam bidang manajemen pendidikan Islam dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Perjalanan Karier Ustaz Adi Hidayat
Pada 2009, Ustaz Adi Hidayat dipercaya menjadi dewan khatib Jami Dakwah Islamiyyah Tripoli (Aminul Khutaba). Ia juga beberapa kali tampil di televisi Libya dalam program Tsaqafah Islamiyyah.
Sepulang ke Indonesia, aktivitas dakwahnya semakin luas dengan mengisi kajian dan ceramah di berbagai daerah.
Pada tahun 2011, ia mengelola Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta.
Dua tahun kemudian, ia mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah lembaga yang menaungi beragam program pendidikan dan kaderisasi ulama, termasuk pembelajaran Al-Qur’an, bahasa Arab, hingga program umrah dan beasiswa. Dakwahnya juga merambah ranah digital melalui kanal YouTube dan platform Akhyar TV.
Selain aktif mengajar dan menjadi narasumber di berbagai lembaga serta kampus, Ustaz Adi juga telah melahirkan sejumlah karya tulis, baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia.
Sejak tahun 2010, puluhan buku telah diterbitkan Ustaz Adi, seperti Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (2010), Quantum Arabic Metode Akhyar (2011), Mengenal Kedalaman Bahasa Al Qur’an (2012), dan masih banyak lagi.
Kumpulan Foto Ustaz Adi Hidayat Saat Berdakwah dan Bersama Tokoh Agama Lain
.