JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan (hand former), menyatakan optimisme target kinerja tahun 2025 tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Optimisme ini diungkapkan perseroan meskipun perekonomian global mengalami perlambatan pada paruh pertama 2025 akibat eskalasi perang tarif dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Perseroan menilai tekanan eksternal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap fundamental bisnis MARK yang memiliki karakter defensif serta visibilitas pesanan yang kuat.
Lihat Foto
Direktur Utama MARK Ridwan Goh mengatakan model bisnis perseroan yang defensif dan berbasis ekspor membuat kinerja relatif stabil di tengah dinamika global.
“Dengan struktur bisnis yang solid, pelanggan yang terdiversifikasi, serta visibilitas pesanan yang baik, kami tetap optimistis dapat mencapai target kinerja 2025,” ujar Ridwan Goh dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Pertumbuhan penjualan tiga tahun terakhir
Dari sisi kinerja, MARK mencatat pertumbuhan penjualan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, baik dari pasar ekspor maupun domestik.
Pada 2023, penjualan MARK mencapai Rp 559,47 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan menjadi Rp 909,99 miliar pada 2024. Sementara hingga 30 September 2025, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 594,68 miliar.
Ekspor masih menjadi kontributor utama pendapatan. Namun, penjualan domestik juga terus meningkat, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang lebih berimbang dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai pemain global di industri ceramic glove mold, MARK menyebut permintaan terhadap produk cetakan sarung tangan tetap terjaga, seiring dengan kebutuhan industri kesehatan dan alat pelindung diri yang bersifat non-siklikal.
Hubungan jangka panjang dengan produsen sarung tangan internasional serta jangkauan pasar ekspor yang luas disebut menjadi faktor yang mendukung stabilitas order book perseroan, meskipun kondisi makroekonomi global tengah menghadapi tantangan.
Struktur pendapatan berbasis ekspor
MARK juga menyoroti profil risiko yang dinilai defensif. Mayoritas pendapatan perseroan berasal dari ekspor dengan denominasi mata uang asing, sehingga memberikan perlindungan alami terhadap fluktuasi nilai tukar.
“Struktur pendapatan berbasis ekspor membuat kami relatif lebih tahan terhadap pergerakan kurs dan menjaga daya saing Perseroan,” kata Ridwan.
Model pendapatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas kinerja, terutama di tengah volatilitas pasar global dan pergerakan mata uang.
Komitmen dividen MARK dan arus kas
Dari sisi imbal hasil kepada pemegang saham, MARK pada 2025 membagikan dividen interim dengan rasio sekitar 74 persen.
Ridwan menyatakan kebijakan tersebut mencerminkan arus kas yang solid serta keyakinan terhadap keberlanjutan kinerja perseroan.