RRI.CO.ID, Jakarta - Momen Ramadan mendorong lonjakan transaksi di platform e-commerce. Jumlah pemesanan dinilai bisa meningkat rata-rata dua kali lipat dibanding hari biasa.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS Surakarta, Bhimo Rizky Samudro, menilai budaya menjadi faktor utama. Ia mencontohkan momen Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia yang lekat dengan tradisi konsumsi dan silaturahmi.
"Fenomena takjil, bagi-bagi hampers, hingga kebutuhan menjamu keluarga meningkatkan belanja rumah tangga. Kebutuhan yang variatif ini membuat masyarakat mencari akses pembelian yang lebih mudah, termasuk di toko online," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis, 19 Februari 2026.
Lebih lanjut, Ia menilai lonjakan transaksi bukan semata dikarenakan daya beli yang menguat. Faktor kemudahan akses dan efisiensi penggunaan juga menjadi alasan utama masyarakat memilih e-commerce.
Kalau dari sisi daya beli sebenarnya enggak, ya. Kenapa transaksi online ini meningkat? Karena masyarakat lebih memikirkan aksesnya, mereka berusaha mencari akses untuk kebutuhan Ramadan," katanya.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal idEA, Budi Primawan, menyebut keberadaan 'live shopping' turut mendorong peningkatan transaksi e-commerce. Menurutnya, promo yang ditawarkan semakin menggugah konsumen.
"Karena biasanya pada saat live shopping ini ada promo-promo tambahan. Orang lebih banyak beli lewat situ karena barang yang dicari macam-macam dan harganya menarik," ujar Budi.
Di satu sisi, Budi mengatakan fenomena ini meningkatnya transaksi e-commerce ini sifatnya musiman. Didukung dengan penjual baru yang biasanya bertambah namun hanya saat hari-hari besar seperti Ramadan dan jelang lebaran.