Ketegangan Timur Tengah dan Ancaman terhadap Perdagangan Melalui Selat Hormuz
Internasional

Ketegangan Timur Tengah dan Ancaman terhadap Perdagangan Melalui Selat Hormuz

Ruang Bangsa - Infografis terkait perang yang semakin memanas di Timur Tengah hingga memicu kekhawatiran gangguan berkepanjangan terhadap jalur perdagangan global.

Oleh Devira Prastiwi

Diterbitkan 04 Maret 2026, 16:25 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Jadi intinya...

Selat Hormuz adalah jalur vital minyak global, menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab.

Konflik Timur Tengah memicu penangguhan pelayaran, mengancam jalur perdagangan global.

Lebih dari 20% ekspor minyak/gas global melewati selat ini, penting bagi banyak negara.

Liputan6.com, Jakarta - Infografis terkait saat ini, perang yang semakin memanas di Timur Tengah hingga memicu kekhawatiran gangguan berkepanjangan terhadap jalur perdagangan global, terutama melalui Selat Hormuz serta Selat Bab el-Mandeb.

Seperti apakah peran vital Selat Hormuz ditengah perang yang semakin memanas di Timur Tengah? Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu titik penyempitan (chokepoint) minyak paling penting di dunia.

BACA JUGA: Infografis Grup hingga Jadwal Piala Dunia 2026

BACA JUGA: Infografis Harga BBM Pertamina Per 10 Juni 2026

Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran yang menyambungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Selat diketahui memanjang 990 kilometer dengan lebar 55 sampai 340 kilometer, dikutip dari Ensiklopedia Britannica.

Advertisement

Selat ini juga cukup dekat dengan Uni Emirat Arab yakni 65-80 km. Lantas, mengapa selat ini sangat penting? Apakah Selat Hormuz bakal ditutup total imbas konflik di Timur Tengah?

Saat ini, sejumlah perusahaan pelayaran kontainer besar menangguhkan operasional melalui Selat Hormuz dan mengalihkan rute kapal mengitari ujung selatan Afrika, setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari CNBC, Selasa (3/3/2026), perusahaan pelayaran asal Denmark, Maersk, menyatakan akan menghentikan seluruh pelayaran kapal melalui Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Perusahaan juga memperingatkan adanya potensi keterlambatan layanan ke pelabuhan di kawasan Teluk Persia.

Kemudian, lebih dari 20 persen aktivitas ekspor minyak dan gas alam cair global berlangsung di Selat Hormuz. Selat ini berfungsi sebagai jalur utama untuk ekspor minyak bumi dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Lantas, seperti apakah peran vital lainnya dan kemungkinan hingga gangguan jika Selat Hormuz sementara waktu tak digunakan sebagai jalur perdagangan global atau ditutup? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

Infografis Peran Vital Selat Hormuz bagi Perdagangan Dunia

Perbesar

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Infografis

Selat Hormuz

Perdagangan Global

Peran

Vital

Perdagangan Dunia

perusahaan

Advertisement

Devira Prastiwi, AbdillahTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan

You can share this post!