Kejaksaan Negeri Kaimana Targetkan Penyelesaian Tiga Kasus Tunggakan
Hukum

Kejaksaan Negeri Kaimana Targetkan Penyelesaian Tiga Kasus Tunggakan

KAIMANANEWS.COM – Kejaksaan Negeri Kaimana menargetkan akan menyelesaikan tiga kasus lama yang merupakan tunggakan dari penyidikan tahun-tahun sebelumnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kaimana, Seisar Julio Bulo, S.H didampingi Kepala Seksi Intelijen, Binang M.C.Yomaki, S.H menyampaikan ini di Kantor Kejaksaan Negeri Kaimana, Senin (2/2/2026).

JPU Seisar Julio Bulo menjelaskan, tiga kasus dimaksud adalah, kasus permufatakan jahat pada salah satu lembaga plat merah di Kaimana, serta kasus rumah masyarakat berpenghasilan rendah dan kasus pengadaan Armrol.

Untuk kasus permufakatan jahat di lembaga BUMN/plat merah ini, melibatkan dua Tersangka yakni R dan N. Keduanya menyalahgunakan uang kantor dengan modus menggadaikan ulang barang yang digadaikan oleh nasabah.

Baca Juga: Tak Dihadiri oleh Semua Ketua Partai Koalisi, Rumah Bersama Pemenangan Prabowo-Gibran Diresmikan

Selain itu, Tersangka R juga meminjam uang dari Tersangka N, dan N menyanggupi untuk memberikan pinjaman dengan cara N terlebih dahulu mengajukan pinjaman terhadap barang berharga miliknya berupa emas ke BUMN sejumlah Rp.500 Juta, kemudian N meminjamkannya kepada tersangka R.

“Untuk kasus permufakatan jahat pada salah satu BUMN ini, kita sedang melaksanakan penuntutan pemeriksaan di Pengadilan. Tersangka pertama berinisal R, namun pada saat pengembangan pemeriksaan kita ada temukan tersangka baru berinisal N. Nilai kerugian dari Tersangka R kurang lebih Rp.1,2 Miliar, dari Tersangka N sekitar Rp.500 Juta. Tersangka yang berinisial N ini baru kita limpahkan pada awal Januari 2026 dan kemarin sudah dilaksanakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Manokwari,” terang Seisar.

Baca Juga: Ruang Bersalin Puskesmas Kaimana Segera Difungsikan, Kadinkes: Khusus Persalinan Normal

Sedangkan dua kasus lainnya yakni rumah masyarakat berpenghasilan rendah dan pengadaan Armrol pada Dinas Lingkungan Hidup Kaimana, penetapan Tersangka belum bisa dirilis karena sedang melakukan proses pengembangan penyidikan.

“Target kita menyelesaikan tunggakan dari penyidikan tahun-tahun sebelumnya. Kemarin kami kendalanya karena kekurangan Jaksa sehingga kita memeriksanya lama, karena saksi-saksinya banyak dan kita tidak bisa gegabah menetapkan Tersangka. Kita juga kesulitan dalam proses penentuan kerugian keuangan negara,” ungkapnya. |isw|

Bagikan Artikel ini:

You can share this post!