Kapolda Maluku Serukan Dialog dan Harmoni untuk Cegah Konflik di Tanimbar
Sosial

Kapolda Maluku Serukan Dialog dan Harmoni untuk Cegah Konflik di Tanimbar

POLDA MALUKU - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat Kepulauan Tanimbar agar terus menjaga harmoni sosial dan menyelesaikan setiap persoalan secara musyawarah. Pesan ini disampaikan saat kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi ke Baileo Emarina Batiflang Wowondre, Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin (8/12/2025) pukul 15.00 WIT.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Kepulauan Tanimbar, sekaligus membangun sinergi dengan masyarakat adat pada level akar rumput. Silaturahmi berlangsung hangat dengan kehadiran tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta pemerintah daerah dan desa.

Turut mendampingi Kapolda, Karo SDM Polda Maluku, Dir Reskrimum, Dir Binmas, Dir Polairud, Bupati Kepulauan Tanimbar, Kapolres Kepulauan Tanimbar, Kapolsek Tanimbar Selatan, Sekretaris Desa Wowonda, dan unsur masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas penyambutan masyarakat Desa Wowonda dan menegaskan bahwa silaturahmi merupakan dasar membangun stabilitas keamanan.

“Hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat adalah fondasi agar suatu wilayah bisa tumbuh, maju, dan berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan, keamanan merupakan kebutuhan dasar yang hanya bisa tercapai bila seluruh elemen masyarakat saling menghormati dan mengedepankan dialog dalam menghadapi permasalahan sosial.

Kapolda menilai, berbagai konflik yang pernah terjadi di wilayah Tanimbar dapat dicegah apabila masyarakat mengutamakan kesabaran dan kebijaksanaan.

“Dalam kehidupan sosial, permasalahan pasti ada. Namun penyelesaiannya memerlukan hati yang sabar dan pikiran yang tenang. Jangan saling menyerang karena itu tidak memberi manfaat apa pun,” tegasnya.

Menurutnya, setiap persoalan harus dibahas secara musyawarah dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Apabila tidak ditemukan titik temu, maka proses hukum menjadi jalur terakhir yang sah dan adil.

“Kasus yang menyebabkan korban jiwa harus segera ditangani melalui proses hukum. Penegakan hukum menjaga keadilan dan mencegah konflik meluas,” kata Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengingatkan masyarakat untuk belajar dari pengalaman sejarah pada masa kolonial. Ia menjelaskan bahwa perpecahan internal pernah dimanfaatkan penjajah untuk menguasai wilayah dan kekayaan rempah-rempah.

“Dulu penjajah senang ketika kita bertikai, karena itu memudahkan mereka mengambil rempah-rempah dan menguasai negeri ini. Jangan sampai kita mengulang sejarah yang sama,” tandasnya.

Kapolda juga menyoroti pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Internet, kata dia, harus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.

“Gunakan internet untuk belajar, untuk menambah wawasan, dan mengembangkan diri. Ajarkan anak-anak memanfaatkan teknologi dengan benar,” pesannya.

Ia menekankan, generasi muda adalah masa depan Tanimbar sehingga wajib dibimbing dalam nilai persaudaraan dan disiplin agar menjadi potensi daerah yang membanggakan.

Kapolda turut menyinggung nilai solidaritas masyarakat Maluku yang pernah membantu korban bencana di Aceh. Menurutnya, nilai persaudaraan tersebut harus terus hidup dalam setiap penyelesaian masalah.

“Bila ada saudara kita yang berpotensi terlibat konflik, mari kita ajak berdamai, menahan diri, dan kembali pada nilai kekeluargaan,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kedekatan antara Polri dan masyarakat Desa Wowonda.

Kunjungan Kapolda Maluku ke Baileo adat di Desa Wowonda menegaskan pentingnya pendekatan sosial-budaya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan. Pesan yang disampaikan tidak hanya menyoroti penegakan hukum, tetapi lebih mengedepankan nilai kearifan lokal dan dialog sebagai mekanisme penyelesaian konflik. Pendekatan ini relevan mengingat karakteristik masyarakat adat yang menjunjung tinggi musyawarah dan hubungan kekeluargaan.

Di tengah dinamika sosial dan kemajuan teknologi, dorongan Kapolda agar masyarakat memanfaatkan internet secara positif menjadi pesan strategis dalam membangun generasi muda yang adaptif dan produktif. Silaturahmi ini tampak memperkuat kehadiran negara melalui Polri dengan cara yang lebih humanis, merangkul masyarakat dan memastikan keamanan bukan hanya sebagai tugas aparat, tetapi komitmen bersama.

Bagikan ke teman kamu

You can share this post!