Dari sisi teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish yang semakin kuat.
Harga emas saat ini bergerak stabil di atas rata-rata utama, menandakan dominasi pembeli masih sangat solid. Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap potensi kenaikan lanjutan dalam jangka pendek.
Berdasarkan proyeksi teknikal Dupoin Futures, jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi menguji level resistance berikutnya di kisaran USD 5.250 per troy ounce.
Level tersebut menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila sentimen positif tetap mendominasi pasar.
Meski demikian, Andy mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi koreksi. Jika harga gagal mempertahankan momentumnya, emas berpeluang turun menuju area support di sekitar USD 5.127 per troy ounce.
Secara keseluruhan, prospek harga emas hari ini masih cenderung bullish. Ketidakpastian perdagangan global, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, serta meningkatnya permintaan safe haven menjadi faktor utama penopang tren penguatan.
Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi dinilai masih terbuka.