Aktris peraih Oscar, Halle Berry, kembali menyuarakan pandangannya yang tegas mengenai karier perempuan di industri hiburan, menegaskan bahwa usia 50 atau 60 tahun bukanlah akhir dari perjalanan profesional seorang wanita. Menjelang ulang tahunnya yang ke-60 pada Agustus 2026 ini, Berry menyatakan dirinya menolak untuk “dihapus” atau “dimarginalisasi” hanya karena faktor usia.
Dalam beberapa wawancara terbaru, bintang film “Catwoman” ini secara gamblang menyebut fase kehidupannya saat ini sebagai “babak kedua” atau “alur kedua” yang penuh makna. Ia bertekad untuk menjadi “lebih lantang dari sebelumnya” dalam memperjuangkan isu-isu penting, terutama terkait kesehatan perempuan dan ageisme di Hollywood.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Melawan Ageisme dan Marginalisasi di Hollywood
Berry tidak segan-segan mengkritik standar ganda yang kerap terjadi di industri film, di mana perempuan sering kali merasa “dimarginalisasi, diremehkan” saat mencapai usia tertentu. “Anda mencapai usia ini di mana Anda merasa seperti sedang dimarginalisasi, diremehkan. Anda merasakannya di tempat kerja. Anda merasakannya dari masyarakat,” ungkap Berry. Namun, ia menegaskan pendiriannya, “Saya telah memutuskan dengan tegas bahwa saya tidak akan membiarkan diri saya dihapus.”
Peran terbarunya dalam film thriller kriminal “ Crime 101 “, yang tayang perdana pada 10 Februari 2026 di Los Angeles dan dirilis di Amerika Serikat pada 13 Februari 2026, juga mencerminkan perjuangan ini. Dalam film tersebut, Berry memerankan Sharon Coombs, seorang pialang asuransi paruh baya yang seksi, yang pengalamannya beresonansi dengan perasaan terpinggirkan yang kerap dialami wanita seusianya.
Misi Menopause dan Pemberdayaan Perempuan
Komitmen Berry untuk bersuara lantang juga terlihat dari “misi menopausenya”. Ia telah meluncurkan kembali platform kesehatannya, Respin, yang kini berfokus pada kesadaran, edukasi, dan pemberdayaan seputar menopause, perimenopause, dan masalah kesehatan wanita lainnya. Berry secara terbuka berbagi pengalaman pribadinya, termasuk diagnosis keliru herpes yang ternyata merupakan gejala menopause, yang memicu misinya untuk mendestigmatisasi topik ini.
“Lebih dari 60 persen wanita mengalaminya seiring bertambahnya usia,” kata Berry, menekankan pentingnya percakapan terbuka untuk menghilangkan rasa malu. Ia bahkan dengan jenaka menggambarkan dirinya “seperti buah persik yang berair” di CBS Mornings, menantang stereotip kekeringan yang sering dikaitkan dengan menopause. Baginya, ini adalah waktu untuk “menemukan kembali diri” dan memiliki “babak kedua yang indah dan gemilang.”
Masa Depan yang Penuh Semangat
Halle Berry membuktikan ucapannya dengan jadwal yang padat. Ia dikabarkan akan memproduksi tiga serial dan tujuh film pada tahun 2026, sekaligus membintangi semuanya. Ini menunjukkan bahwa di usianya yang hampir 60 tahun, ia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, baik secara profesional maupun personal. “Saya tahu saya lebih berharga sekarang dari sebelumnya. Saya lebih bijaksana, lebih cerdas, lebih kuat, dan lebih baik,” tegasnya, merangkum semangatnya untuk terus berkarya dan menginspirasi.