Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menghentikan sementara uji coba fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant yang terletak di Rorotan, Jakarta Utara. Permintaan ini muncul seiring dengan adanya keluhan dari warga mengenai bau yang ditimbulkan oleh fasilitas tersebut.
Dalam pernyataannya, Pramono menyampaikan, "Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact, yang bisa membawa sampah ke Rorotan." Hal ini ditujukan untuk mengatasi masalah yang timbul dari pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
Gubernur menjelaskan bahwa uji coba fasilitas RDF telah berjalan dengan baik selama beberapa waktu. Namun, permasalahan bau yang dialami warga disebabkan oleh air lindi dari truk yang mengangkut sampah, yang semakin parah ketika cuaca hujan membuat sampah menjadi lebih basah.
“Masyarakat sendiri sebenarnya, ini kan sudah berlangsung hampir 3 minggu lebih, hampir 1 bulan, tetapi baru kurang lebih 2, 3 hari terakhir ketika curah hujannya tinggi, sampahnya kemudian mengalami lebih basah dan angkutannya air lindinya tumpah ke mana-mana,” ungkapnya.
Warga dari beberapa kluster perumahan di sekitar RDF Plant Rorotan juga berencana menggelar unjuk rasa untuk mendesak penutupan lokasi pengolahan sampah tersebut. Koordinator Forum Warga, Wahyu Andre Maryono, menyatakan bahwa, "Kami berharap RDF ini ditutup karena sudah tiga kali melakukan uji coba tapi hasilnya masih berdampak kepada warga. Ada yang sakit mata, batuk pilek, hingga Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)."
Wahyu menambahkan bahwa meskipun uji coba telah dilakukan pada tiga periode berbeda, yaitu Februari-Maret, Juni-Juli, dan Oktober-November 2025, dampak pencemaran udara dan lingkungan tetap mengkhawatirkan dan terus berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.