REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemandangan di dunia kerja saat ini berubah. Jika dulu jabatan tinggi dan kursi manajerial dianggap sebagai puncak prestasi, generasi Z punya cara pandang yang berbeda.
Berdasarkan survei dari Deloitte, kelompok muda ini tidak lagi menempatkan posisi mentereng sebagai tujuan utama mereka. Mereka lebih fokus pada work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Baca Juga
Agar Regenerasi tak Mati, Gen Z Didorong Melek Politik
Gen Z Dongkrak Transaksi Tabungan Emas Digital Pegadaian hingga 14 Juta Transaksi
Gen Z Hadapi Tantangan Punya Rumah, Skema KPR Berjenjang Jadi Alternatif
Hal ini dirasakan langsung oleh Triana Rahman (21 tahun) asal Bandung. Baginya, menyeimbangkan kehidupan profesional dan pribadi adalah acuan penting.
"Setuju banget, work life balance itu lebih penting karena hidup kita itu nggak melulu soal pekerjaan, dan menurut aku ini tuh batasan yang sehat," kata Triana kepada Republika, Kamis (19/2/2026).
Triana menjelaskan prinsip ini bukan berarti mereka ingin bekerja setengah hati. Menurutnya, komitmen untuk bekerja profesional tetap ada, namun keseimbangan tetap menjadi prioritas utama. "Jadi bukan berarti kita nggak punya etos kerja, atau nggak balance