Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh telah melaksanakan penyerahan bantuan alat penyaring air reverse osmosis (RO) di Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan ini disalurkan di lima titik lokasi, sebagai upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih pascabencana hidrometeorologi.
Bantuan alat penyaring RO tersebut disalurkan di Kampung Kenawat, Suku Rawe, Kejurun Syiah Utama, Gele Pulo, dan Atu Singkih. Penyerahan dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama berlangsung di Kampung Atu Singkih pada Sabtu, 14 Februari 2026, dan dilanjutkan ke empat lokasi lainnya pada Minggu, 15 Februari 2026.
Alat penyaring ini merupakan hasil donasi dari berbagai pihak, termasuk PKK Kabupaten Kediri, Pemerintah dan Masyarakat Kota Kediri, Kwarcab Pramuka Ogan Ilir, Korpri Provinsi Lampung, Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Yayasan Dwijendra Denpasar Bali, serta Forum PRB Bali dan sejumlah donatur individu.
Rizki, Wakil Sekretaris FPRB Aceh, menyatakan harapannya agar bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Kami berharap bantuan ini bisa membantu masyarakat mendapatkan air bersih yang aman dan sehat," ujarnya.
Sementara itu, Aman Lia, pengurus Mersah Alhuda Kampung Kenawat, menyatakan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. "Alhamdulillah, kami berterima kasih atas bantuan ini. Air bersih sangat penting bagi kami, terutama di saat bencana seperti ini," kata Aman Lia.
Air yang dihasilkan dari penyaringan menggunakan alat RO ini dapat langsung diminum, memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat. Kehadiran FPRB Aceh dengan program ini menunjukkan kepedulian dan dukungan terhadap pemulihan masyarakat Aceh Tengah serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi masa sulit pascabencana.