Karawang, Forum Warga Tirtajaya (FWT) bekerja sama dengan unsur Muspika Kecamatan Tirtajaya mengadakan kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi pada Kamis, 15 Januari. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung ketahanan pertanian di wilayah tersebut.
Ketua FWT, Aan Karyanto, yang menjadi inisiator acara ini, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan gotong royong ini, termasuk dari unsur Muspika Kecamatan Tirtajaya, Kapolsek Tirtajaya, Kepala Desa Pisangsambo, serta perwakilan desa lainnya yang turut hadir," ujarnya.
Menurut Aan, saluran irigasi merupakan infrastruktur vital bagi petani dan masyarakat setempat, sehingga perlu dijaga dan dirawat secara bersama-sama. "Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Saluran irigasi sangat penting bagi para petani dan masyarakat. Atas dasar kesadaran bersama, kami melaksanakan kegiatan gotong royong ini," tambahnya.
Kapolsek Tirtajaya juga mendapat apresiasi khusus karena turut terjun langsung dalam kegiatan pembersihan saluran irigasi bersama warga.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan masyarakat, tetapi juga mendapatkan dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang yang tengah melaksanakan program di Desa Pisangsambo. "Kami dari mahasiswa KKN Singaperbangsa Karawang berjumlah 35 orang di Desa Pisangsambo. Kami jarang menemukan kegiatan gotong royong seperti ini di desa lain. Banyaknya eceng gondok di saluran irigasi membuat kami siap membantu kegiatan ini," ungkap salah satu mahasiswa KKN.
Perwakilan dari berbagai desa di Kecamatan Tirtajaya, termasuk Kepala Desa Pisangsambo, turut hadir dan berpartisipasi dalam pembersihan saluran irigasi. Kegiatan gotong royong ini berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif, melibatkan masyarakat, pemerintah desa, mahasiswa, serta Muspika Kecamatan Tirtajaya. Rencananya, kegiatan ini akan terus dilanjutkan hingga aliran irigasi kembali normal dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan masyarakat yang bergantung pada saluran air tersebut.