Sejumlah relawan COVID-19 yang tergabung dalam Forum Warga Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan kesiapan mereka untuk memanfaatkan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun laboratorium tersebut saat ini mengalami penolakan sepihak.
Dalam pernyataannya, Juru Bicara Forum Warga Sulteng, Roa Jaga Roa Noedin EL, mengungkapkan bahwa pengambil kebijakan di NTT seharusnya memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan laboratorium yang berbasis di Klinik Pratama Universitas Nusa Cendana Kupang. Noedin menyatakan, "Laboratorium itu menyediakan ratusan alat tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) gratis untuk warga, harusnya didukung bukan ditolak."
Noedin menambahkan, kehadiran laboratorium ini sangat penting, terutama di tengah tantangan biaya pemeriksaan RT-PCR yang tidak terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, laboratorium ini dapat membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam penanggulangan COVID-19.
Forum Warga Sulteng telah melakukan koordinasi dengan pihak pengambil kebijakan di Sulteng untuk menyiapkan segala fasilitas yang diperlukan guna mendukung operasional laboratorium Biokesmas. Saat ini, forum tersebut diminta untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak laboratorium.
Laboratorium Biokesmas sendiri digagas oleh Forum Academia NTT sejak Oktober 2020 dan telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta Universitas Nusa Cendana. Sejak mendapatkan izin operasi dari Kementerian Kesehatan, laboratorium ini telah memeriksa total 15.000 sampel. Namun, baru-baru ini, laboratorium tersebut ditutup secara sepihak.
Penutupan ini juga diiringi dengan langkah Kepolisian Daerah (Polda) NTT yang mengeluarkan surat permintaan keterangan kepada penanggung jawab laboratorium. Surat tersebut menyebutkan bahwa laboratorium diduga tidak menjalankan prosedur pemeriksaan RT-PCR dengan benar.
Tindakan penutupan laboratorium ini menuai penolakan dari publik, yang terlihat dari adanya petisi daring bertajuk 'Dukung Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT Tetap Beroperasi', yang telah ditandatangani oleh lebih dari 3.200 orang.
Elcid Li, anggota Forum Academia NTT, menegaskan pentingnya Laboratorium Biokesmas dalam pemeriksaan COVID-19 di NTT. Ia menambahkan, laboratorium ini telah menjalani semua tahapan persyaratan untuk menjadi laboratorium pemeriksa COVID-19.
Meski demikian, pekan lalu, Universitas Nusa Cendana mengeluarkan pemberitahuan untuk menghentikan operasi laboratorium Biokesmas, sebagai tindak lanjut dari teguran pemerintah terkait pemenuhan syarat operasional. Dinas Kesehatan Kota Kupang menemukan bahwa laboratorium tersebut tidak memenuhi ketentuan yang diperlukan, seperti tidak adanya dokter spesialis patologi dan analis.
Elcid Li menekankan bahwa laboratorium Biokesmas telah memenuhi semua syarat yang ditetapkan dan telah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Kesehatan. Surat izin tersebut diterbitkan melalui proses yang melibatkan pengawasan dari Badan Litbang Kesehatan di Surabaya.