Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pontianak terus berupaya mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata dan kolaborasi antara berbagai komunitas. Ketua FKH, Vivi, bersama pengurus lainnya, Rian, mengungkapkan hal ini saat hadir dalam program Topik Serba Ada (Toserba) di Studio Pro 2 Pontianak pada Jumat, 13 Februari 2026.
FKH didirikan pada akhir tahun 2020 sebagai wadah bagi komunitas-komunitas yang peduli lingkungan di Kota Pontianak. Pembentukan forum ini merupakan hasil inisiatif Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak yang mengumpulkan berbagai komunitas yang sebelumnya bergerak secara terpisah untuk bersatu dalam satu forum kolaboratif.
Di bawah naungan FKH, terdapat beragam komunitas dengan latar belakang yang berbeda, termasuk bank sampah, akademisi, serta komunitas seni dan budaya. Semua komunitas tersebut aktif menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui edukasi, kampanye, dan aksi langsung di masyarakat.
Rian, yang merupakan perwakilan dari Earth Hour Pontianak, menjelaskan bahwa fokus komunitasnya adalah pada kampanye penghematan energi dan gaya hidup ramah lingkungan. Ia menilai bahwa kolaborasi dalam FKH membuat pesan yang disampaikan kepada masyarakat lebih kuat dan berdampak luas.
Vivi menambahkan bahwa kegiatan terbaru FKH melibatkan aksi langsung ke lingkungan warga dan sekolah-sekolah. "Kami mengunjungi RW-RW di Kota Pontianak untuk mensosialisasikan dan beraksi bersama masyarakat mengenai pemeliharaan lingkungan dan pemilahan sampah, termasuk ke sekolah-sekolah yang berlabel Adiwiyata," ujarnya.
Selain fokus pada edukasi, FKH juga berupaya mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan mendekati pelaku usaha. Setelah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, FKH mengunjungi retail di Kota Pontianak untuk mendorong masyarakat berbelanja tanpa menggunakan kantong plastik.
"Sekarang, kami juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk berkunjung ke coffee shop atau restoran di Kota Pontianak agar menggunakan wadah yang memiliki nilai jual bagi pengepul dan pemulung," tambah Vivi. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi produksi sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi kepada para pemulung.
Saat ini, sekitar 30 komunitas tercatat aktif dalam kegiatan FKH, meskipun jumlah tersebut dapat meningkat saat aksi lapangan berlangsung. Vivi mengharapkan agar kepedulian lingkungan dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Rian juga menegaskan, "Harapannya, anak muda harus lebih berperan daripada sekadar baperan," sebagai ajakan agar generasi muda menjadi inisiator perubahan menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan.