Yogyakarta, 8 November 2025 – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi dilantik. Forum ini dibentuk dengan tujuan untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan ratusan warga eks Timor Timur yang kini tinggal di Yogyakarta. Mereka adalah individu yang memilih untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah referendum pada tahun 1999, meskipun harus meninggalkan harta benda mereka.
Ketua DPW FKPTT DIY, Domingos Doutel, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk mengumpulkan dan melakukan konsolidasi bagi warga eks Timor Timur di Yogyakarta. Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 400 orang yang menetap di wilayah ini. Menjelang kongres nasional yang direncanakan di Kupang pada 29 November hingga 3 Desember mendatang, mereka berkomitmen untuk mengangkat aspirasi masyarakat eks Timor Timur di Yogyakarta.
Sekretaris DPW FKPTT DIY, FX Supriyono, menyatakan bahwa kondisi warga eks Timor Timur di DIY sangat beragam. Namun, banyak di antara mereka yang masih membutuhkan bantuan, terutama dalam hal tempat tinggal. Banyak dari mereka yang tidak memiliki rumah, akibat keputusan untuk bergabung dengan NKRI yang membuat mereka tidak dapat membawa harta benda yang dimiliki sebelumnya.
"Dalam kondisi seperti itu, kami tidak memiliki kesempatan untuk membawa barang-barang berharga. Beberapa bahkan kembali hanya dengan setel baju yang dikenakan, sehingga mereka memulai kehidupan baru dari nol di sini," ungkap Supriyono.
Melalui forum ini, FKPTT berencana memperjuangkan enam program utama kepada pemerintah pusat. Di antaranya adalah:
Bendahara FKPTT, Suraji, menegaskan bahwa warga eks Timor Timur di DIY tidak menuntut uang, melainkan hak-hak mereka yang hilang dan kehidupan yang lebih layak sebagai pejuang yang telah memutuskan untuk bergabung dengan NKRI.
Dalam waktu dekat, pihak FKPTT berencana untuk menemui Gubernur DIY dan Danrem 072/Pamungkas guna menyampaikan aspirasi dan data terbaru mengenai kondisi warga eks Timor Timur di DIY. "Kami hanya ingin menyampaikan kondisi kami, termasuk kesejahteraan yang masih banyak yang tidak memiliki rumah," tutup Suraji.