Lampung Timur - Forum warga Desa Bumiharjo yang terletak di Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, mengadakan pertemuan pada Senin, 27 Januari 2025. Dalam rapat yang dihadiri oleh 14 orang tersebut, terungkap dugaan penggunaan identitas palsu oleh Kepala Desa (Kades) berinisial DD yang diduga telah mengubah identitasnya menjadi MS.
Salah satu peserta musyawarah, yang dikenal dengan inisial S, mengungkapkan bahwa ia telah mengantongi bukti awal berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK) milik MS yang merupakan warga desa setempat. Dalam penjelasannya, S menyatakan bahwa KK yang digunakan oleh Kades DD adalah milik MS, yang tercatat memiliki orang tua bernama M. Yastibi. Sementara itu, orang tua kandung DD adalah Mudiran, yang juga memiliki KK yang sama dengan saudara kandungnya yang telah mengubah namanya menjadi MS.
S menambahkan bahwa KK milik MS telah berubah nama menjadi MTF, dengan orang tua kandung yang sama. Ia juga menyebutkan bahwa terdapat ijazah asli milik MS serta beberapa petunjuk tambahan lainnya yang dapat memperkuat dugaan pemalsuan identitas tersebut.
Menanggapi informasi ini, Forum warga Bumiharjo memutuskan untuk menggelar demonstrasi guna mempertanyakan situasi ini lebih lanjut. S mengatakan, “Kami sudah sangat pesimis dengan pola lama yang melibatkan aparatur hukum. Kami akan memviralkan hal ini, karena banyak orang yang bilang 'No Viral No Justice'.”
Dalam upaya untuk melaporkan dugaan ini, wartawan media ini mendampingi salah satu perwakilan warga ke Polsek Batanghari. Namun, laporan tersebut tidak diterima karena dianggap bukan ranah Polsek, dan pihak Polsek menyarankan untuk langsung melapor ke Polres Lampung Timur. S mengungkapkan kekecewaannya, “Kami pernah melaporkan kepada Polres Lampung Timur, tetapi tidak pernah diproses dan cenderung masuk angin.”
Di sisi lain, Yumaeiza Nurwinda Astuti, SH, yang merupakan penasehat hukum Forum warga Bumiharjo, menyambut baik rencana demonstrasi terkait dugaan pemalsuan identitas oleh Kades DD. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi melalui demonstrasi, namun mengingatkan agar aksi tersebut tidak bersifat anarkis dan tidak terprovokasi.