Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat isu perlindungan warga sipil Palestina secara tegas saat menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat. Permintaan ini disampaikan dalam konteks mendesaknya penghentian kekerasan dan perhatian global terhadap keselamatan warga Gaza.
Sukamta menekankan bahwa keamanan dan stabilitas menjadi fondasi penting untuk mewujudkan perdamaian yang nyata di Palestina, bukan sekadar wacana belaka. “Pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan,” ujarnya di Jakarta pada hari Senin.
Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah untuk kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara yang adil dan sesuai dengan hukum internasional. Menurut Sukamta, forum seperti BoP seharusnya menjadi ruang yang nyata untuk memperkuat komitmen tersebut, bukan hanya sebagai simbol diplomasi.
Sukamta menambahkan bahwa proses rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan. “Perdamaian yang kuat tidak cukup hanya menghentikan konflik sementara, tetapi harus dibangun di atas keadilan yang nyata,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kehadiran Prabowo di forum internasional tersebut merupakan peluang besar untuk menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, sejalan dengan amanat konstitusi. “Setiap langkah diplomasi kita harus berpijak pada kepentingan nasional Indonesia sekaligus konsisten dengan komitmen historis kita terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” tambahnya.
Menurut Sukamta, keterlibatan Indonesia dalam forum global seperti ini bukan semata-mata merupakan wujud solidaritas internasional, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan nasional. Ia menyatakan bahwa stabilitas dunia yang berbasis hukum internasional akan berdampak langsung pada keamanan dan masa depan Indonesia.