adv
loading...
NABIRE, SUARAPAPUA.com — Satu deklarasi bersama diambil dalam rapat koordinasi dan harmonisasi penanganan konflik sosial Kapiraya di ballroom Grand Hotel Tembaga, Timika, kabupaten Mimika, Papua Tengah, hari ini, Rabu (25/2/2026).
Deklarasi bersama terdiri dari lima poin penting dalam rangka penanganan konflik sosial yang ditetapkan tim harmonisasi Kapiraya, serta masyarakat adat suku Kamoro dan suku Mee di wilayah pemerintahan provinsi Papua Tengah.
Adapun isi selengkapnya sebagai berikut:
Kami, Tim Penanganan Konflik Sosial dan Tim Harmonisasi Kapiraya dari Kabupaten Mimika, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai, bersama unsur pemerintah provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten Mimika, pemerintah kabupaten Deiyai, pemerintah kabupaten Dogiyai, aparat keamanan, dan masyarakat adat suku Kamoro serta suku Mee, dengan ini menyatakan:
Berkomitmen penuh untuk menjalankan rencana aksi (Renaksi) terpadu Tim Harmonisasi Kapiraya sebagai landasan operasional tunggal dalam penanganan konflik di wilayah Kapiraya.
Sanggup melaksanakan sinkronisasi tapal batas wilayah adat secara teliti guna menghindari kesalahpahaman antar-suku serta mengantisipasi tumpang tindih masalah sosial yang dapat mengganggu kondusifitas daerah di masa depan.
Menjamin terpeliharanya keamanan, stabilitas, dan kedamaian di wilayah Kapiraya selama seluruh proses harmonisasi san verifikasi lapangan berlangsung.
Menghormati dan menjunjung tinggi keberadaan suku Mee dan suku Kamoro sebagai pemilik sah hak ulayat di wilayah Kapiraya sesuai dengan sejarah asal-usul dan hukum adat yang berlaku.
Siap melaksanakan tugas inventarisasi, verifikasi masalah, medika, serta penyusunan rekomendasi akhir penyelesaian konflik secara transparan dan akuntabel untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Demikian deklarasi ini kami ucapkan dengan penuh tanggung jawab, demi mewujudkan harmoni dan persaudaraan sejati di Tanah Kapiraya, provinsi Papua Tengah.
ads
Rakor dihadiri bupati Mimika, bupati Dogiyai, bupati Deiyai beserta jajaran Forkopimda, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik provinsi Papua Tengah, kepala Biro Tapem Setda provinsi Papua Tengah, tim Penanganan Konflik Kapiraya baik dari unsur provinsi maupun kabupaten.
Baca Juga: Titus Pekei Tekankan Kearifan Lokal Wajib Dikembangkan
Hadir pula seluruh tokoh adat dan hadirin lainnya pada pertemuan hari ini. []
*****************
Suarapapua.com adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
CLICK HERE!
*****************