Poin Penting
● PT Bank Danamon Indonesia Tbk berencana masuk bisnis pay later, sejalan transformasi menjadi bank konvensional dengan kapabilitas digital kuat.
● Manajemen masih mengkaji model penyaluran dan risiko kredit konsumsi, termasuk opsi melalui Home Credit Indonesia atau kolaborasi dengan MUFG Group.
● Belum ada keputusan final, karena perseroan masih menilai kelayakan pasar dan profil risiko sebelum implementasi.
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membocorkan perkembangan rencana ekspansi ke bisnis pay later seiring transformasi perusahaan menjadi bank konvensional dengan kapabilitas digital yang lebih kuat.
Wakil Direktur Utama Danamon Honggo Widjojo Kangmasto mengungkapkan, minat perseroan terhadap bisnis pay later tetap ada dan telah masuk dalam rencana bisnis perusahaan. Namun hingga kini, manajemen masih mengkaji bentuk dan model penyaluran yang paling tepat.
“Tujuan atau misi dari Bank Danamon ini akan menjadi bank konvensional dengan digital capabilities. Tentunya bisnis pay later selalu ada dalam business plan kami,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Full Year 2025 Danamon, Kamis (19/2/2026).
Menurut Honggo, pay later pada dasarnya merupakan kredit konsumsi sehingga perlu dirancang dengan skema yang tepat, baik dari sisi manajemen risiko maupun model distribusinya.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait skema bisnis yang akan dipilih. Manajemen masih menilai kelayakan model bisnis, termasuk potensi pasar dan profil risiko yang melekat pada segmen kredit konsumsi tersebut.
“Jadi jawabannya secara ringkas, minat selalu ada. Tapi hingga saat ini kami masih mengkaji kelayakan dari bisnis pay later ini,” ucap Honggo.
Tag Terkait
danamon paylater bdmn honggo widjojo