Christopher Rungkat Siap Hadapi Piala Davis dan Asian Games 2026
Olahraga

Christopher Rungkat Siap Hadapi Piala Davis dan Asian Games 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (ANTARA) - Petenis putra Indonesia Christopher Rungkat mengalihkan fokus untuk menghadapi Piala Davis pada awal tahun sekaligus menyiapkan diri untuk Asian Games 2026 Nagoya, Jepang, pada September mendatang, usai SEA Games 2025 Thailand.

"Untuk awal tahun ini, saya masih berdiskusi dengan pelatih, tapi yang pasti di awal Februari akan ada Piala Davis di Jakarta. Jadi saya akan fokus ke situ dulu, bersama timnas,” kata Christo dalam wawancara di Jakarta, Selasa.

Tim Davis Indonesia berhasil meraih promosi ke Play Off Piala Davis Grup II 2026 seusai menjadi juara Pool B Piala Davis Grup III Asia/Oseania 2025 di Vietnam pada Juli.

Indonesia bakal menjamu Togo pada Piala Davis babak Play Off World Group II pada akhir pekan pertama Februari 2026, menurut undian pada September.

Sebelumnya, Indonesia tandang ke Lomo, Togo, pada pertemuan perdana pertama mereka pada 2024. Sesuai dengan aturan dan regulasi Piala Davis, tim Merah Putih menjadi tuan rumah pada pertemuan kedua.

Baca juga: Indonesia promosi ke Play Off Piala Davis Grup II

Sementara itu, terkait Asian Games 2026, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) telah melakukan persiapan dengan melibatkan Training Camp (TC) di dalam dan luar negeri.

Christo menilai TC penting untuk menjaga performa tim, namun harus disesuaikan dengan jadwal turnamen internasional para pemain. Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen misalnya, yang menjalani tur dunia WTA, sehingga TC di dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk latihan singkat saat jeda turnamen.

Ia menekankan bahwa koordinasi jadwal antara TC dan turnamen sangat penting agar atlet bisa optimal di kedua ajang.

"Jadi rata-rata pemain pun banyak yang akan touring ke luar negeri juga, jadi untuk latihan TC di dalam negeri juga dibutuhkan karena suatu saat pemain akan pulang ya untuk latihan," kata Christo.

"Mungkin ada jeda 1-2 minggu dan bisa dipakai untuk latihan di situ sebelum pertandingan lagi keluar."

Baca juga: Pelti akan biayai tur Janice Tjen dkk untuk persiapan Asian Games 2026

Christo juga menyoroti perbedaan level kompetisi antara SEA Games dan Asian Games. Menurut dia, Asian Games memiliki persaingan lebih berat dengan negara-negara kuat di Asia, sehingga persiapan tim dan pemain harus matang.

Ia menekankan pentingnya pencapaian ranking individu ATP atau WTA, yang tidak hanya bermanfaat bagi karier masing-masing atlet, tetapi juga menentukan seeded tim Indonesia di Asian Games.

Mengenai kelanjutan kariernya, Christo mengatakan fokus utamanya saat ini adalah Asian Games 2026. Ia masih membuka kemungkinan untuk turun di SEA Games 2027, namun keputusan akan dilihat dari tahun ke tahun.

"Mungkin kalau saya sih bertahap ya. Kalau saya sih lihat depan mata dulu nih Asian Games, saya coba fokus ke situ," ujar Christo.

Pada SEA Games 2025 Thailand, Christo berhasil meraih satu emas di nomor beregu putra bersama Muhamamd Rifqi Fitriadi, Anthony Susanto, Lucky Candra, dan Justin Barki.

Petenis berusia 35 tahun itu juga menyumbangkan medali perunggu di nomor ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi, dan ganda putra bersama Rifqi Fitriadi.

Baca juga: Pelti kucurkan bonus Rp700 juta untuk timnas tenis SEA Games 2025

Pewarta: Arindra Meodia

Editor: Irwan Suhirwandi

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

You can share this post!