Bupati Jember Identifikasi Penyebab Utama Banjir: Hujan Ekstrem dan Tata Ruang
Ruang Utama

Bupati Jember Identifikasi Penyebab Utama Banjir: Hujan Ekstrem dan Tata Ruang

JEMBER, KOMPAS.com — Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebutkan bahwa ada dua faktor utama penyebab banjir yang mengepung Kabupaten Jember.

Diketahui, banjir itu menggenangi sejumlah 22 desa/kelurahan di sembilan kecamatan setelah hujan deras mengguyur berjam-jam sejak Kamis, 12 Februari 2026 malam.

"Debit air yang tinggi akibat curah hujan ekstrem, dan infrastruktur pengairan yang tidak memadai," kata Fawait menyebutkan faktor utama banjir saat diwawancara di Universitas Jember, Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bahwa cuaca ekstrem akan terjadi di Jember pada 10 sampai 20 Februari 2026.

Perumahan di Sempadan Sungai

Selain faktor alam, menurut dia, masalah serius lain adalah tata ruang khususnya bantaran sungai yang kini banyak dijadikan perumahan.

Akibatnya, Fawait mengatakan, kapasitas sungai untuk menampung air berkurang drastis.

“Infrastruktur untuk masalah pengairan ini kami temukan di Satgas Infrastruktur adalah bantaran sungai yang dibangun menjadi perumahan. Ini tentu membahayakan ke depannya,” ujar Fawait.

Politikus Partai Gerindra itu lantas menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah mengidentifikasi titik-titik rawan banjir agar bisa diperbaiki.

Meski begitu, Fawait mengatakan, persoalan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Tapi sekali lagi, masalah infrastruktur tidak bisa kita selesaikan dalam waktu sebulan dua bulan. Kita sudah tahu ini masalahnya yang membuat banjir di Jember selalu berulang setiap tahun,” katanya.

Dalam waktu dekat, dia menyebut, akan berkoordinasi dengan masyarakat terdampak dan pengembang perumahan yang membangun di sempadan sungai.

Fawait menegaskan, bakal meminta pengembang merelokasi bangunan rumah yang berada di zona rawan banjir.

“Kita akan minta developer untuk merelokasi. Kalau enggak, ya kita pakai cara-cara sesuai aturan hukum,” tegas Fawait.

Rencanakan Perbaikan Infrastruktur dengan APBD

Selain perbaikan sungai dan bantaran, Pemkab Jember juga merencanakan perbaikan kembali jembatan dan infrastruktur lain yang terdampak banjir.

"Maka ini akan masuk dalam perencanaan PAPBD 2026 atau APBD tahun 2027," ungkap Fawait.

Data yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, ada tiga jembatan putus akibat derasnya arus sungai.

Selain itu, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam banjir. Lalu, balai desa, sekolah dasar, taman kanak-kanak, hingga tempat pendidikan Al Quran ikut terdampak.

You can share this post!