AS dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Perjanjian Perdagangan Baru
Internasional

AS dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Perjanjian Perdagangan Baru

HARIAN BOGOR RAYA – Hubungan strategis Amerika Serikat dan Indonesia memasuki babak baru. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Washington, Kamis waktu setempat, menegaskan komitmen memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pernyataan resmi yang diatribusikan kepada Wakil Utama Juru Bicara Tommy Pigott, kedua menteri menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dan AS dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang aman dan makmur. Pertemuan ini juga menyoroti komitmen memperdalam kerja sama ekonomi dan keamanan yang dinilai semakin relevan di tengah dinamika geopolitik global.

Menlu Rubio secara khusus menyampaikan apresiasi atas peran Indonesia dalam mendukung Dewan Perdamaian sebagai anggota pendiri serta komitmen Jakarta terhadap upaya rekonstruksi pascakonflik di Gaza. Sikap Indonesia dinilai memperkuat posisinya sebagai mitra strategis yang berpengaruh dalam isu-isu global.

Momentum diplomatik tersebut semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Amerika Serikat dan Indonesia. Pengumuman ini disebut sebagai terobosan besar yang membuka akses pasar Indonesia—dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa—bagi produk-produk Amerika.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dalam pernyataannya pada 19 Februari 2026 menegaskan bahwa perjanjian tersebut akan menghapus hambatan tarif atas lebih dari 99 persen produk AS yang diekspor ke Indonesia di berbagai sektor.

“Perjanjian bersejarah ini menghapus hambatan perdagangan sekaligus memajukan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional rakyat Amerika,” ujarnya.

Greer juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto atas komitmennya dalam menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan kedua negara. Ia menilai kesepakatan ini membuka peluang komersial yang signifikan bagi petani dan produsen Amerika.

You can share this post!