Alumni Universitas Ciputra Berbagi Wawasan Karier Kreatif di Alumni Talk
Lifestyle

Alumni Universitas Ciputra Berbagi Wawasan Karier Kreatif di Alumni Talk

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Alumni Talk Universitas Ciputra bertajuk Beyond Design: Where Creative Go Next menghadirkan ruang diskusi.

Terutama bagi mahasiswa untuk membahas arah karier kreatif. Apalagi di tengah perubahan industri yang cepat.

Sesi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari di area utama UC Tower Universitas Ciputra Surabaya.

Acara itu untuk membuka wawasan mahasiswa. Tentang peluang kerja yang lebih luas dari sekadar bidang desain konvensional.

Mereka menghadirkan sejumlah alumni sebagai narasumber dalam sesi berbagi pengalaman. Seperti Rendy Nuansa alumni Arsitektur, Monica Natasya alumni Visual Communication Design, dan Talitha Kirana Sani alumni Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya.

Para alumni membagikan perjalanan karier mereka setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Mereka menjelaskan proses transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional. Secara terbuka dan reflektif.

Pun, tantangan awal. Seperti adaptasi ritme kerja, tekanan pekerjaan, hingga tuntutan dari para klien mereka.

Ketiga alumni tersebut berasal dari latar belakang pengalaman yang berbeda. Mereka juga mengalami banyak tantangan saat memulai karier mereka setelah lulus.

Monica, misalnya, memiliki bisnis di bidang analis personal colour. Dia mengungkapkan bahwa selama ia memulai bisnisnya, dia selalu menanyakan kepada dosen-dosen Universitas Ciputra. Terkait bagaimana harus memulai usaha.

Moderator memandu diskusi dengan pertanyaan seputar peluang karier, pengembangan portofolio, serta strategi membangun jaringan profesional.

Peserta mengajukan pertanyaan terkait menentukan arah karier setelah lulus. Narasumber memberikan jawaban berdasarkan pengalaman pribadi dan dinamika industri terkini.

Dalam sesi tanya jawab Monica mengungkapkan bagaimana kesulitannya saat memulai bisnis di industri kreatif. “ Struggle -ku habis lulus. Karena skripsiku banyak revisi. Apalagi saat hari wisuda, aku putus cinta. Itu yang membuatku langsung tergerak untuk bisa bangkit.” ungkapnya, kemudian tertawa.

Dia juga mengungkapkan bahwa untuk memulai suatu bisnis jangan setengah-setengah. “Harus bersifat bodo amat dan juga harus sombong sama musuh bisnis,” terang Monica.

Rendy Nuansa dalam sesi tanya jawab memaparkan terkait bagaimana cara menangani sebuah proyek pertama. "Pokoknya kita harus bermodal Bonek. Bondo nekad (modal nekad, Red). Jalani prosesnya. Hadapi segala tantangan," ungkapnya.

Talitha Kirana Sani, alumni Universitas Ciputra Prodi Fashion Design and Business, memaparkan terkait realita dalam membuat sebuah brand fashion sendiri.

Pertama, pembuatan sampel yang gagal. Kedua, produk tidak diterima di beberapa pasar. Ketiga, sudah merasa percaya diri ikuti tren dan endorse influencer. Ternyata tidak sesuai ekspektasi.

Talitha juga mengungkapkan bagaimana cara bertahan di industri fashion saat ini. Apalagi perkembangannya begitu cepat.

“Pertama, kita harus konsisten dengan apa yang kita mulai dari awal. Kita harus menentukan maksud dan tujuan bisnis. Lalu memahami kustomer. Hal terpenting dalam berbisnis adalah kita harus sabar. Dalam hal apa pun,” ujarnya.

Melalui Alumni Talk itu, panitia mendorong mahasiswa untuk memperluas perspektif tentang masa depan karier.

Para narasumber mengajak untuk keluar dari zona nyaman. Dan berani mencoba peluang baru. Mereka menegaskan pentingnya konsistensi belajar dan keberanian mengambil langkah awal.

Acara itu memberikan pemahaman bahwa karier kreatif tidak selalu berjalan secara linear. Para alumni menunjukkan berbagai kemungkinan untuk memasuki jalur profesional.

Yakni melalui pengalaman dari hal mendasar. Seperti magang di berbagai tempat dan meraih kepercayaan klien. Atau memahami arus pasar dan sesuatu yang sedang tren. Bekal itulah yang diperlukan dalam dunia industri kreatif. (*)

You can share this post!