Ruang Bangsa - Warga Pulau Miang, Kutai Timur, membentuk Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir Sangsaka untuk menyuarakan keresahan mereka terkait penurunan populasi ikan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka.
Sejak beberapa waktu terakhir, warga Pulau Miang merasakan kesulitan dalam mendapatkan ikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas industri, termasuk lalu lintas tongkang batu bara dan kapal pengangkut crude palm oil (CPO) di sekitar perairan pesisir, yang mengganggu ekosistem laut.
Pembentukan forum ini diprakarsai oleh Sapina, seorang warga pulau, yang mengungkapkan bahwa keresahan tersebut terutama dirasakan oleh nelayan tradisional. Mereka merasa bahwa area tangkap ikan tidak lagi produktif seperti sebelumnya. Selain berdampak pada pendapatan nelayan, penurunan hasil tangkapan juga mengancam aktivitas wisata yang selama ini bergantung pada daya tarik laut dan memancing.
Forum ini bertujuan untuk mengawasi lingkungan laut, melindungi kawasan pesisir, memberdayakan nelayan, dan mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pulau kecil. Pembentukan forum ini mulai mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk generasi muda, yang dianggap sebagai harapan baru dalam menjaga masa depan pesisir. Sapina menekankan bahwa menjaga laut adalah penting bagi identitas dan penghidupan warga pulau.