Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang berlangsung di Manokwari, pemerintah menegaskan arah baru dalam transformasi pendidikan nasional. Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning), perubahan nyata diharapkan dimulai dari ruang kelas.
Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada upacara yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang dibangun melalui proses belajar mengajar sehari-hari.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” ujar Bupati Indou menekankan pentingnya fokus pada pendidikan di tingkat dasar.
Pembelajaran Mendalam diidentifikasi sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada kualitas proses belajar, pemahaman yang mendalam, serta pembentukan karakter peserta didik.
Untuk mendukung transformasi ini, pemerintah telah menetapkan lima kebijakan utama. Salah satunya adalah pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta percepatan digitalisasi pembelajaran, yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto. Hingga tahun 2025, program revitalisasi ditargetkan menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, sementara ratusan ribu sekolah telah memanfaatkan papan interaktif digital.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas guru melalui pemenuhan kualifikasi, pelatihan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan melalui program sertifikasi. “Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan sebagai teladan dan agen pembelajaran,” lanjut Bupati Indou.
Selain itu, penguatan karakter peserta didik menjadi fokus utama, dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman. Program ini dilaksanakan melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan pramuka, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Pemerintah menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
Peningkatan kualitas pembelajaran juga dilakukan melalui penguatan literasi, numerasi, dan pengembangan bidang STEM. Pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) digunakan sebagai alat evaluasi mutu pendidikan.
Akses pendidikan terus diperluas melalui berbagai layanan fleksibel, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, serta layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Selama 18 bulan terakhir, pemerintah telah meletakkan fondasi untuk pendidikan bermutu melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan dari semua pihak, termasuk dunia usaha.
Menutup sambutannya, Bupati Indou menekankan bahwa keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada program yang ada, tetapi juga pada kekuatan pola pikir, mentalitas, dan kejelasan misi. “Tanpa itu semua, kebijakan hanya akan menjadi formalitas,” pungkasnya.