SHARES
19
VIEWS
Share on Facebook Share on Twitter
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengungkapkan akan memulai proses untuk menggandeng mitra global (global player) dalam pengembangan bisnis data center.
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan kerja sama dengan pemain global diharapkan dapat membawa teknologi baru, menghadirkan klien besar seperti hyperscalers, serta mendatangkan investasi.
Related Posts
Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, Memastikan Tidak Sembarangan Berinvestasi dan Bakal Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja
PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa
“One Man, One Tree” Inisiatif Berkelanjutan PTPN Group
“Kalau data Telkom Data Center itu kami perlu partner yang bisa, mungkin menjadi in the driver’s seat [di kursi pengemudi] supaya kami bisa membawa ekspansi,” kata Dian kepada Bisnis, dikutip Kamis (19/2/2026).
Dian mengakui bisnis data center tengah berkembang pesat, terutama akibat akselerasi pertumbuhan artificial intelligence (AI) yang luar biasa.
Dia menyebutkan proyeksi permintaan (demand) terhadap data center saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu.
Menurutnya, pertumbuhan data center terus menanjak secara signifikan. Meski demikian, dia menegaskan bisnis ini bukanlah bisnis yang mudah, terutama karena membutuhkan investasi besar.
“Kemudian juga bukan bisnis yang payback periodenya itu pendek. Payback periodenya lumayan panjang. Investasinya besar,” kata Dian.
Selain itu, Dian menjelaskan bahwa bisnis data center juga memiliki tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Pasalnya, calon pelanggan umumnya baru akan masuk setelah melihat infrastruktur atau gedungnya tersedia. Sementara itu, pembangunan fasilitas membutuhkan investasi besar di awal tanpa jaminan langsung memperoleh pelanggan.
“Jadi unpredictability-nya itu lumayan,” imbuhnya.
Kendati demikian, dia menilai data center tetap menjadi bisnis strategis bagi Telkom. Bisnis ini melengkapi portofolio perseroan sebagai pemain infrastruktur digital dan menjadi bagian penting dalam ekosistem layanan digital perusahaan.
“Tapi mungkin kami kalau sendirian tidak akan cukup bisa untuk men-supply semua demand yang ada, untuk bisa expand secara signifikan,” ungkapnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
Previous Post
WIKA Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Pengembangan Agrivillage, Penanaman 6.600 Pohon, dan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing
Next Post
Dirut BRI Hery Gunardi Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Masuk Fase Single Digit pada 2026
Related Posts
Berita
Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, Memastikan Tidak Sembarangan Berinvestasi dan Bakal Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja
2 Mei 2026
Berita
PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa
2 Mei 2026
Berita
“One Man, One Tree” Inisiatif Berkelanjutan PTPN Group
2 Mei 2026
Berita
Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat
2 Mei 2026
Berita
BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora di Hong Kong dari Kejahatan Keuangan
2 Mei 2026
Berita
CEO Danantara, Rosan Roeslani Memastikan 13 Proyek Hilirisasi Fase II senilai Rp116 Triliun Jadi Langkah Awal Percepatan Transformasi Ekonomi Berbasis Nilai Tambah di Dalam Negeri
2 Mei 2026
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.