Tabayyun sebagai Solusi Atasi Hoaks di Media Sosial
Sosial

Tabayyun sebagai Solusi Atasi Hoaks di Media Sosial

Ruang Bangsa - Ramadan

Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Prinsip tabayyun atau verifikasi informasi menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran hoaks di era media sosial yang kian masif. Masyarakat dituntut tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga bijak dalam menyaring dan menyebarkannya.

Hal tersebut disampaikan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. H. Tarmizi M. Daud, M.Ag., dalam dialog interaktif RRI Banda Aceh, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menilai derasnya arus informasi saat ini kerap tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Akibatnya, banyak individu yang langsung bereaksi tanpa mengetahui substansi persoalan yang sebenarnya.

“Banyak orang berbicara tanpa memahami inti masalah. Akhirnya, bukan menyelesaikan persoalan, tetapi justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Menurutnya, Islam telah memberikan pedoman yang jelas dalam menyikapi informasi, yakni dengan melakukan tabayyun sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Prinsip ini penting untuk mencegah dampak negatif di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu fitnah, perpecahan, hingga konflik sosial yang berujung pada tindakan kriminal.

“Ketika informasi yang keliru disebarkan, dampaknya bisa luas. Tidak hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu konflik dan kriminalitas,” tegasnya.

“Menjaga lisan dan tindakan bukan sekadar urusan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan ketertiban dan stabilitas sosial,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dalam situasi tertentu, memilih untuk diam merupakan sikap yang bijak, terutama ketika informasi yang diterima belum jelas kebenarannya.

“Jika tidak memiliki informasi yang pasti, lebih baik menahan diri. Dalam ajaran Islam, diam dalam kondisi tertentu adalah bentuk keselamatan,” katanya.

You can share this post!