Ruang Bangsa - KOMPAS.com - Selat Hormuz sering disebut sebagai “urat nadi energi dunia”.
Jalur laut sempit di Timur Tengah ini dilalui jutaan barel minyak setiap hari, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut dapat langsung memengaruhi harga energi global.
Letaknya yang berada di antara Iran dan Oman membuat Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara di dunia.
Letak strategis Selat Hormuz dalam jalur energi global
Selat Hormuz berada di kawasan Timur Tengah dan terletak di antara wilayah Iran di sebelah utara serta Oman di sebelah selatan.
Perairan ini berfungsi sebagai penghubung antara Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, sehingga menjadi jalur utama bagi kapal-kapal tanker yang membawa minyak mentah dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.
Posisi geografis tersebut membuat Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dalam sistem perdagangan energi global.
Sebagian besar cadangan minyak dunia berada di kawasan Teluk Persia, sehingga distribusi energi dari wilayah tersebut sangat bergantung pada jalur pelayaran ini.
Kapal tanker yang mengangkut minyak dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan negara-negara Teluk lainnya harus melewati Selat Hormuz sebelum menuju samudera yang lebih luas.
Karena itulah, stabilitas keamanan di perairan ini memiliki dampak langsung terhadap pasokan energi dunia.
Sejarah Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan penting
Peran Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan sebenarnya telah berlangsung sejak lama.
Pada masa perdagangan maritim kuno, kawasan Teluk Persia menjadi jalur penting bagi aktivitas perdagangan antara Timur Tengah, Asia Selatan, dan wilayah Asia Timur.
Namun, arti strategis Selat Hormuz meningkat secara signifikan pada abad ke-20 setelah ditemukannya cadangan minyak besar di Timur Tengah.
Penemuan sumber daya energi tersebut menjadikan kawasan Teluk Persia sebagai salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.
Seiring meningkatnya produksi minyak dari negara-negara Teluk, kebutuhan akan jalur distribusi yang efisien juga semakin besar.
Selat Hormuz kemudian berkembang menjadi rute utama bagi kapal tanker yang membawa minyak mentah ke berbagai negara.