Seruan Koreksi Total dari Forum Warga Negara untuk Pengurus Negara
Forum Warga

Seruan Koreksi Total dari Forum Warga Negara untuk Pengurus Negara

JAKARTA – Forum Warga Negara mengeluarkan seruan mendasar untuk melakukan koreksi terhadap perilaku elit politik dan aparatur negara yang dinilai semakin jauh dari amanah rakyat. Seruan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Minggu (31/8) oleh sejumlah tokoh, termasuk Chandra Hamzah, Sukidi, Diah Satyani Saminarsih, Sudirman Said, dan Shofwan Al Banna Choiruzzad.

Pengurus Negara vs Pemerintah

Chandra Hamzah, salah satu tokoh yang hadir, menyatakan preferensinya untuk menggunakan istilah 'pengurus negara' ketimbang 'pemerintah'. Ia menjelaskan bahwa Indonesia seharusnya dipahami sebagai negara pengurus, bukan negara penguasa. Menurutnya, istilah ini telah ada sejak sidang BPUPKI 1945, ketika Mohammad Yamin menyatakan bahwa pengurus negara seharusnya terdiri dari orang-orang yang berilmu dan berakal sehat, yang dipilih berdasarkan perwakilan rakyat.

Namun, Chandra menilai perilaku pengurus negara saat ini cenderung menunjukkan sikap pongah dan melupakan esensi mereka sebagai abdi rakyat. “Kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Jika kesadaran ini diresapi betul, kita tidak akan sekacau seperti sekarang,” tuturnya.

Menanggapi Kemarahan Rakyat

Sukidi, dalam kesempatan yang sama, menekankan bahwa rakyat adalah tuan, sementara pengurus negara hanyalah hamba. Ia mengingatkan bahwa kemarahan rakyat merupakan akumulasi dari ketidakadilan yang terus-menerus dipraktikkan. Senada dengan itu, Sudirman Said juga mengungkapkan adanya defisit legitimasi akibat perilaku elit yang menjauh dari amanah rakyat.

Pentingnya Layanan Publik yang Aman

Diah Satyani Saminarsih menyoroti pentingnya langkah strategis untuk memastikan layanan publik, terutama di bidang kesehatan, tetap berjalan dengan aman. Ia menggarisbawahi perlunya pendekatan tanpa kekerasan dalam mende-eskalasi situasi yang ada.

Koreksi dan Perubahan Mendalam

Forum Warga Negara menilai bahwa momentum krisis saat ini harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk melakukan koreksi total. Mereka menyerukan agar prinsip-prinsip yang diajarkan oleh para pendiri bangsa dijadikan teladan, seperti mengurangi praktik ketidakadilan, meningkatkan empati, dan membangun solidaritas kebangsaan.

Tiga Pesan Penting

Dalam pernyataannya, Forum Warga Negara menyampaikan tiga pesan penting:

  • Kepada masyarakat: Menurunkan suhu kegeraman, mengedepankan etika bela rasa, dan menolak kekerasan serta penjarahan.
  • Kepada tokoh masyarakat: Membimbing pengurus negara yang tersesat dengan kebijaksanaan, bukan permusuhan, sembari mengawal suara rakyat secara damai.
  • Kepada pengurus negara: Segera mengendalikan keadaan, membersihkan institusi dari parasit, menghentikan privilese elite politik, merevisi program yang membebani rakyat, dan membuka ruang dialog terbuka.

“Cukup sudah. Jangan menunggangi kekacauan. Mari bergandeng tangan, saling jaga, dan tempuh perubahan mendasar dengan niat tulus,” tegas Forum Warga Negara.

You can share this post!