Satpol PP Bantul Intensifkan Operasi Minuman Oplosan Selama Ramadhan
Nasional

Satpol PP Bantul Intensifkan Operasi Minuman Oplosan Selama Ramadhan

Ruang Bangsa - Bantul (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menggiatkan operasi penyakit masyarakat (Pekat) pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah guna menjaga ketertiban umum dan keselamatan bersama di daerahnya.

"Kegiatan operasi pekat merupakan tindak lanjut aduan masyarakat terkait dugaan penjualan minuman keras oplosan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Jati Bayu Broto saat dikonfirmasi di Bantul, Senin.

Menurut dia, operasi pekat dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengendalian, Pengawasan Minuman Beralkohol dan Pelarangan Minuman Oplosan telah dimulai di wilayah Kecamatan Bantul dan Pundong pada Kamis (26/2).

Dalam operasi pekat tersebut, petugas Satpol PP Bantul melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi dengan tetap mengedepankan prosedur dan menunjukkan surat tugas resmi.

Di lokasi pertama, pada sebuah gubug di wilayah Palbapang, Bantul, personel Satpol PP mendapati sejumlah warga sedang mengonsumsi minuman oplosan.

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan 17 botol minuman oplosan kemasan 600 militer yang disimpan dalam plastik hitam," katanya.

Sementara di lokasi kedua, sebuah rumah di wilayah Kelurahan Panjangrejo, Pundong, petugas menemukan sembilan botol minuman oplosan kemasan 600 ml yang tersimpan di dalam dan di samping kulkas.

Dengan demikian, total sebanyak 26 botol minuman oplosan yang diamankan, dan terhadap pihak terkait telah dilakukan pemberkasan dan diberikan surat panggilan untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Kantor Satpol PP.

Jati mengatakan Satpol PP Bantul mengimbau masyarakat untuk tidak memproduksi, menjual, maupun mengonsumsi minuman oplosan demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan bersama.

"Masyarakat diimbau dengan penuh kesadarannya untuk tidak mengkonsumsi maupun menjual belikan atau mengedarkan minuman beralkohol dan minuman oplosan, karena dampak kesehatan maupun dampak sosialnya sangat negatif," katanya.

You can share this post!