Purbalingga Siapkan Langkah Keamanan dan Stabilitas Harga Menjelang Ramadan
Nasional

Purbalingga Siapkan Langkah Keamanan dan Stabilitas Harga Menjelang Ramadan

Ruang Bangsa - PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga memastikan keamanan ibadah dan stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan lintas sektoral yang digelar di Operation Room Graha Adiguna, Senin (23/2/2026).

Bupati Fahmi menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Menurutnya, Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri di tengah masyarakat. Di satu sisi, bulan Ramadan menjadi momentum peningkatan ibadah dan solidaritas sosial, tetapi di sisi lain terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara serius dan terkoordinasi. Salah satu perhatian utama adalah potensi lonjakan kebutuhan dan kenaikan harga bahan pokok.

Ditambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga, dengan pengawasan distribusi serta pelaksanaan operasi pasar bila diperlukan. Selain itu, Pemkab Purbalingga juga menyiapkan program Gerakan Pangan Murah yang akan digelar selama Ramadan atau menjelang Idul Fitri.

“Kami juga akan melaksanakan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga dapat membantu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok,” kata Fahmi.

Langkah ini, imbuhnya, diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan rasa tenang dalam menjalankan ibadah.

Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadan. Kondisi tersebut dinilai berdampak positif terhadap perputaran ekonomi, terutama sektor industri serta usaha makanan dan minuman yang menjadi salah satu penopang utama PDRB Kabupaten Purbalingga. Namun demikian, peningkatan aktivitas malam juga berpotensi memicu gangguan ketertiban seperti balap liar, gang motor, petasan, hingga sahur on the road yang tidak tertib.

“Karena itu, saya meminta dukungan jajaran TNI-Polri dan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan langkah-langkah preventif, khususnya saat pelaksanaan tarawih, tadarus, kegiatan sahur, serta menjelang Idulfitri,” tegasnya.

Selain pengamanan, kesiapan infrastruktur turut menjadi perhatian serius. Bupati meminta dinas terkait memastikan kondisi jalan, penerangan jalan umum, kebersihan lingkungan, serta kelancaran arus lalu lintas dalam kondisi optimal.

“Saya berharap area-area yang memiliki frekuensi tinggi dilalui masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat dimaksimalkan perbaikannya. Jika belum bisa diperbaiki menyeluruh karena keterbatasan waktu, minimal lubang-lubang jalan ditutup agar meminimalkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Pemkab juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Bupati meminta BPBD dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sistem peringatan dini. Respons cepat terhadap kondisi darurat menjadi prioritas untuk melindungi keselamatan warga.

Sementara itu, Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Aries Ika Satria membeberkan pihaknya menyiagakan 84 orang personel untuk membantu pengamanan Idulfitri. Rinciannya, 42 orang personel untuk Pos Pengamanan (Pos PAM) dan 42 orang personel untuk pengamanan objek wisata. Ia merinci sejumlah titik Pos Pengamanan Terpadu, yakni Pos PAM Jalur Banyeman, Pos Padamara, Pos PAM Jalur Cengho, Pos Terminal Purbalingga, Pos PAM Jalur Jompo, Pos PAM Alun-alun, dan Pos PAM Ngebrak.

“Pelaksanaan Pos PAM berlangsung mulai 16 hingga 26 Maret 2026, termasuk pengamanan objek wisata yang dilaksanakan

You can share this post!