Puncak Hari Pers Nasional di Medan: Perkuat Hubungan Media Malaysia-Indonesia
Ruang Bangsa

Puncak Hari Pers Nasional di Medan: Perkuat Hubungan Media Malaysia-Indonesia

MEDAN: Presiden Ikatan Setia Kawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Malaysia, Datuk Mokhtar Hussein, dijadwalkan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Februari 2023. Acara ini dipandang sebagai salah satu festival terbesar di Indonesia setelah perayaan Aidilfitri, di mana lebih dari 6.000 praktisi media dari seluruh Indonesia, termasuk pejabat pemerintah dan duta besar asing, akan hadir.

Datuk Mokhtar Hussein menjelaskan bahwa HPN merupakan perayaan yang diadakan setiap tahun untuk memperingati Hari Wartawan di Indonesia, yang mulai dirayakan sejak 1985. Perayaan ini pertama kali diinisiasi oleh Presiden Soeharto, yang mengakui kontribusi penting wartawan dalam pembangunan dan pengamalan Pancasila.

Acara HPN dilaksanakan dengan kolaborasi antara berbagai komponen media, masyarakat, serta pemerintah pusat dan daerah. Presiden Indonesia biasanya meresmikan acara ini. Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai penyelenggara utama telah mengundang Menteri Komunikasi dan Digital untuk menghadiri HPN 2023, undangan yang disampaikan saat kunjungan kehormatan ISWAMI Malaysia dan Indonesia pada 18 Januari 2023.

Datuk Mokhtar Hussein menambahkan bahwa ISWAMI berfungsi sebagai jembatan dalam hubungan media antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam mengatasi isu-isu sensitif dan kepentingan bersama. Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital di HPN diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, serta memberikan penghormatan terhadap kerjasama media yang terjalin.

Melalui partisipasi ini, Menteri Komunikasi dan Digital diharapkan dapat menyampaikan kebijakan terkini pemerintah Malaysia kepada media Indonesia, serta menjalin komunikasi yang lebih erat dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia.

“Partisipasi Menteri Komunikasi dan Digital dalam HPN adalah langkah positif untuk menjaga dan mempererat hubungan antara kedua negara, serta memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih mendalam, terutama pada saat terjadi perubahan dalam kepemimpinan,” tutup Datuk Mokhtar Hussein.

You can share this post!