Ruang Bangsa - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan memastikan tidak ada ruang bagi praktik penyimpangan di pemerintahan yang dipimpinnya.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Prabowo menyatakan bahwa pemerintahan harus dijalankan secara bersih untuk menyejahterakan dan memajukan negara. Ia menilai Indonesia sebagai negara kaya memerlukan pemerintahan berintegritas tinggi agar kekayaan dapat didistribusikan secara adil. Meskipun mengakui tantangan dalam pemberantasan korupsi, ia menekankan pentingnya langkah tersebut demi kepentingan negara dan rakyat. Beberapa langkah yang telah diambil termasuk menutup ratusan tambang tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kebun ilegal di kawasan hutan. Selain itu, pemerintah berupaya menghentikan praktik kecurangan ekspor sumber daya alam melalui kebijakan tata kelola ekspor.
Prabowo menegaskan bahwa penyimpangan telah menyebabkan hilangnya kekayaan negara yang seharusnya menjadi hak rakyat. Ia menekankan bahwa komitmennya dalam memberantas korupsi adalah bagian dari tanggung jawab sebagai kepala negara, dan ia bertekad untuk menjalankan amanah tersebut agar tidak ingkar pada sumpah jabatannya.