Takengon – Penjabat Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, AP, M.Si, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Forum Warga Pengawasan di Kabupaten Aceh Tengah. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Aceh Tengah di Ruang Kerja Bupati, pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Menjelang pemungutan suara untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada Rabu, 27 November 2024, Subhandhy menekankan pentingnya pengawasan yang maksimal. Sebanyak 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota di Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan tersebut, termasuk Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Subhandhy menyoroti peran vital Bawaslu dan Panwaslih Aceh Tengah dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada 2024. Ia berharap kedua lembaga ini dapat bekerja sama secara efektif untuk menciptakan pemilihan yang lebih baik dan demokratis.
“Ini adalah ranah Panwaslih Aceh Tengah, dan kami yakin Bawaslu serta Panwaslih dapat menjalin kerja sama yang baik melalui pengalaman mereka. Kami menargetkan pengawasan pemilu yang lebih baik dan demokrasi yang lebih jujur di Kabupaten Aceh Tengah,” ungkapnya.
Subhandhy juga mengingatkan bahwa setiap potensi masalah harus diantisipasi. Menurutnya, kunci keberhasilan Pilkada terletak pada sinergi antara pemerintah daerah, stakeholder, serta kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan dukungannya terhadap Program Forum Warga Pengawasan yang diprakarsai oleh Bawaslu RI.
“Kami akan mendukung pembentukan Program Forum Warga Pengawasan di Kabupaten Aceh Tengah dan segera membahasnya dengan para camat serta reje kampung sebagai langkah awal untuk mendukung program ini,” tambahnya.
Subhandhy juga mengingatkan Bawaslu dan Panwaslih untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dengan melakukan sosialisasi mengenai regulasi yang terkait. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara semua pihak penyelenggara untuk meminimalisir pelanggaran.
“Kita harus proaktif, jangan sampai ada pelanggaran baru mencari aturan yang ada. Oleh karena itu, penting untuk sering berkomunikasi agar persiapan lebih baik, karena pengalaman dari tahapan pemilihan sebelumnya dapat membantu kita memprediksi,” pungkasnya.
Kegiatan audiensi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Ketua Bawaslu Aceh Tengah, Waladan Yoga, serta komisioner Bawaslu, Ismail Muammar dan Darmawan Putra, beserta jajaran Bawaslu Aceh Tengah.