JAKARTA, KOMPAS. TV - PT Pertamina (Persero) resmi mengintegrasikan seluruh lini bisnis hilir dalam satu entitas terpadu.
Penggabungan ini menyatukan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) ke dalam subholding downstream, dengan Patra Niaga sebagai entitas penerima merger.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan integrasi dilakukan melalui evaluasi mendalam dan benchmarking dengan perusahaan minyak global guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Menurut Simon, penyatuan rantai pasok mulai dari pengolahan di kilang, distribusi logistik, hingga pemasaran akan mempercepat pengambilan keputusan sekaligus menghilangkan duplikasi proses.
“Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja sebagai satu sistem, pasokan energi menjadi lebih andal dari Sabang sampai Merauke,” kata Simon dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Melalui integrasi ini, Pertamina menargetkan empat aspek ketahanan energi, yakni ketersediaan (availability), kemudahan akses (accessibility), penerimaan produk yang ramah lingkungan (acceptability), serta harga yang kompetitif (affordability).
Langkah tersebut juga diharapkan mempercepat transisi menuju energi rendah karbon.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, penggabungan yang efektif berlaku sejak 1 Februari 2026 bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan penguatan fondasi bisnis.
“Proses bisnis menjadi lebih efisien dan terintegrasi sehingga pelayanan energi kepada masyarakat semakin optimal dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Pertamina memastikan integrasi tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat, mitra usaha, maupun pekerja. Sebaliknya, kolaborasi lintas divisi diperkuat untuk menjamin distribusi energi yang lebih andal.
Langkah konsolidasi bisnis hilir ini diharapkan memperkuat posisi Pertamina sebagai tulang punggung penyediaan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.