Perpusnas Peringati Satu Abad Rahmi Hatta untuk Merawat Ingatan Bangsa
Ruang Bangsa

Perpusnas Peringati Satu Abad Rahmi Hatta untuk Merawat Ingatan Bangsa

Ruang Bangsa - Peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta diadakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai momentum penting untuk merawat ingatan kolektif bangsa dan memperkuat narasi sejarah Indonesia melalui literasi dan pelestarian warisan tokoh nasional.

Awal Kejadian

Acara Gelar Wicara Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung di Gedung Perpusnas, Jakarta Pusat, pada Rabu, 1 Juli 2026. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menegaskan bahwa mengenang sosok Rahmi Hatta bukan hanya tentang perjalanan hidup istri Proklamator Mohammad Hatta, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga memori kolektif bangsa.

Perkembangan

Suharyanto menyatakan bahwa sejarah bangsa tidak hanya dibentuk oleh tokoh-tokoh publik, tetapi juga oleh individu yang memberikan teladan melalui pengabdian dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa peringatan ini merupakan ikhtiar untuk menyambung narasi kebudayaan bangsa. Perpusnas berusaha mengajak masyarakat untuk melihat perpustakaan sebagai ruang publik yang dinamis, bukan sekadar tempat penyimpanan buku. Kini, perpustakaan berfungsi sebagai pusat pembelajaran, ruang diskusi, dan tempat berkreasi.

Perpusnas mengelola lebih dari sembilan juta eksemplar koleksi, termasuk bahan pustaka, arsip, manuskrip, dan dokumen sejarah, yang berfungsi sebagai sumber pembelajaran dan penelitian. Suharyanto menegaskan pentingnya koleksi tersebut untuk diakses masyarakat, serta peran perpustakaan dalam menjaga keberlanjutan sejarah bangsa. Melalui dokumentasi yang baik, generasi muda dapat mengenal tokoh-tokoh nasional dan nilai perjuangan mereka.

Putri Rahmi Hatta, Meutia Farida Hatta, turut berbagi kenangan tentang ibunya, menggambarkan Rahmi sebagai sosok yang mencintai kebudayaan dan seni, sekaligus mengajarkan kesederhanaan dan kepedulian kepada anak-anaknya. Meutia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi prinsip yang dijalankan oleh Rahmi Hatta sepanjang hidupnya.

Kondisi Terakhir

Peringatan satu abad Rahmi Hatta diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa dilakukan tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Perpusnas berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya menjaga memori kolektif bangsa dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat literasi dan pelestarian sejarah. Dengan merawat kisah dan keteladanan tokoh-tokoh nasional, nilai-nilai kebangsaan diharapkan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus Indonesia.

You can share this post!