Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan berlangsung di Lapangan Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) dengan fokus pada pentingnya pendidikan berkualitas. Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan bahwa Hardiknas merupakan momen refleksi mengenai arah dan tujuan pendidikan nasional di tengah tantangan zaman.
Dalam amanat tersebut, pendidikan diartikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebagai upaya memanusiakan manusia dengan ketulusan, kasih sayang, dan dedikasi. Proses ini bertujuan untuk mengasah, membimbing, dan mengembangkan potensi serta fitrah manusia.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara kembali diangkat sebagai dasar dalam pendidikan, dengan menekankan sistem among yang mengedepankan nilai asah, asih, dan asuh. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter.
Arah pendidikan nasional tetap berlandaskan pada amanat konstitusi, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, dan melahirkan peradaban yang bermartabat. Tujuan utamanya adalah menciptakan manusia Indonesia yang beriman, berakhlak, cakap, mandiri, dan bertanggung jawab.
Pendidikan juga dipandang sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional dan visi Indonesia maju. Untuk mencapai hal ini, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) didorong sebagai strategi utama agar proses belajar menjadi lebih bermakna dan mampu menggali potensi peserta didik secara menyeluruh.
Salah satu poin penting dalam amanat tersebut menegaskan bahwa untuk memajukan bangsa, pendidikan harus diperbaiki, dan untuk memperbaiki pendidikan, langkah awalnya adalah dari ruang kelas.
Pemerintah telah merumuskan lima langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan, yang meliputi:
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan akan terwujud pendidikan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman.