Perbaikan Fasilitas Pendidikan Mendesak di Tengah Masalah Ruang Kelas Rusak
Ruang Bangsa

Perbaikan Fasilitas Pendidikan Mendesak di Tengah Masalah Ruang Kelas Rusak

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Hilman Mufidi, mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memberikan perhatian khusus dalam perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini terutama ditujukan untuk daerah yang termasuk dalam kategori terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Menurutnya, banyak peserta didik yang semangat belajar terhambat oleh kurangnya fasilitas yang memadai.

Dalam pernyataannya, Hilman mengapresiasi komitmen pemerintah yang mengalokasikan 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan. Ia berharap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dapat menjadi fokus utama Kemendikdasmen agar cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

Gus Hilman, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 1,18 juta ruang kelas di sekolah dasar di Indonesia. Sayangnya, 60% dari ruang kelas tersebut berada dalam kondisi rusak. Rincian kerusakan mencakup 27,22% dalam kondisi rusak ringan, 22,27% rusak sedang, dan 10,81% rusak berat. “Bagaimana peserta didik bisa belajar dengan nyaman jika ruang kelasnya tidak memadai?” tanyanya.

Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), situasinya tidak jauh berbeda. Hampir 49,67% ruang kelas juga dalam kondisi rusak. Dengan rincian 24,73% rusak ringan, 17,96% rusak sedang, dan 6,97% rusak berat. “Ini adalah fakta yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, khususnya oleh Kemendikdasmen,” tegas Hilman.

Hilman menekankan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas hingga laboratorium dan sarana digital, adalah langkah yang mendesak. Hal ini penting agar tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam menghadapi era globalisasi. Ia menilai bahwa dunia pendidikan Indonesia perlu beradaptasi dengan berbagai tantangan global yang terus berubah. “Masalah ini bukan hanya soal finansial, tetapi juga menyangkut ketersediaan sarana pendidikan yang masih belum memadai,” paparnya.

Selain itu, Hilman juga meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru. Ia menekankan pentingnya pemberian beasiswa dan tunjangan kepada para guru sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. “Guru adalah pilar utama dalam pertumbuhan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, perhatian serius terhadap beasiswa dan tunjangan bagi guru sangat diperlukan agar mereka dapat bekerja secara optimal,” tutup Hilman.

You can share this post!