Ruang Bangsa - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memperingatkan bahwa ancaman terhadap Indonesia kini beralih dari agresi fisik ke dunia digital. Disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian dianggap dapat merusak persatuan nasional dan melemahkan ketahanan negara.
Peringatan tersebut disampaikan Djamari dalam kegiatan silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat di Markas Polda Kepulauan Riau, Batam. Ia menjelaskan bahwa dinamika ancaman keamanan nasional telah berubah, dengan perang tidak lagi hanya terjadi di medan tempur, melainkan juga di ruang digital.
Menurut Djamari, ruang digital kini menjadi domain strategis untuk menjaga pertahanan nasional. Ia menekankan pentingnya penguasaan informasi yang sehat agar masyarakat tidak terpapar disinformasi. Djamari juga menyampaikan kekhawatiran terhadap generasi muda yang terpapar konten negatif di media sosial tanpa literasi digital yang cukup.
Menko Polkam menegaskan bahwa menjaga ruang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi dari seluruh komponen bangsa. Ia mengajak semua elemen untuk memproduksi narasi positif dan menyebarkan informasi yang akurat. Djamari menutup dengan menekankan bahwa disinformasi dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan mengganggu stabilitas politik.