Di tengah arus informasi dan komunikasi global yang begitu deras, pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan bermakna semakin menonjol. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter, budaya, dan jati diri suatu bangsa. Hal ini menjadi fokus utama dalam program Dialog Luar Pro 4 RRI Samarinda yang mengangkat tema "Peran Bahasa Indonesia dalam Menciptakan Ruang Digital yang Sehat."
Viola Melinda Putri Prihastiwi, seorang Duta Bahasa, menekankan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan bijaksana di media sosial dapat menciptakan suasana digital yang positif. "Kita bisa menjaga ruang digital tetap sehat dengan berbahasa yang baik, tidak menyebar kebencian, dan menghargai perbedaan pendapat. Bahasa Indonesia seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah," ujarnya.
Viola juga menyoroti pentingnya literasi bahasa dan etika bermedia di era digital, terutama bagi generasi muda yang aktif berinteraksi di dunia maya. Dengan kemampuan berbahasa yang baik, setiap individu diharapkan dapat menyampaikan pendapat secara elegan tanpa menyinggung pihak lain.
Sebagai Duta Bahasa, Viola terus mendorong masyarakat untuk bangga menggunakan Bahasa Indonesia di berbagai platform digital. Menurutnya, langkah-langkah sederhana seperti menulis dengan ejaan yang benar, memilih kata yang sopan, dan menggunakan bahasa positif merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bahasa nasional.
Melalui penggunaan Bahasa Indonesia yang santun, berimbang, dan bermakna, diharapkan ruang digital Indonesia dapat menjadi tempat yang lebih aman, edukatif, dan berbudaya. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya akan hidup dan berkembang, tetapi juga tetap menjadi identitas yang kuat bagi bangsa di tengah arus globalisasi.