Pentingnya Memastikan Batas Tanah Sebelum Mudik untuk Hindari Sengketa
Sosial

Pentingnya Memastikan Batas Tanah Sebelum Mudik untuk Hindari Sengketa

Ruang Bangsa - SATUMEDIA.ID – Ketika mudik Idulfitri, masyarakat diimbau tidak hanya fokus pada perjalanan pulang kampung, tetapi juga memastikan kondisi aset yang ditinggalkan, termasuk batas tanah. Pemerintah mengingatkan, kelalaian menjaga batas tanah dapat memicu sengketa yang berujung konflik hukum hingga keretakan hubungan sosial.

Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, menegaskan bahwa keberadaan patok batas tanah memiliki peran krusial dalam melindungi hak kepemilikan.

“Batas tanah perlu dijaga untuk mencegah konflik dengan tetangga, melindungi hak kepemilikan, serta mempermudah proses jual beli maupun warisan,” ujar Shamy dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Menurut dia, kejelasan batas menjadi syarat utama dalam proses pengukuran dan pendaftaran tanah. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mewajibkan penetapan letak dan pemasangan tanda batas sebelum bidang tanah dipetakan.

Shamy mengingatkan, mengabaikan batas tanah berpotensi menimbulkan sengketa berkepanjangan yang tidak hanya menguras biaya, tetapi juga merusak hubungan antarwarga.

“Sengketa lahan bisa berujung pada proses hukum panjang, kerugian finansial, bahkan hubungan sosial dengan tetangga menjadi tidak harmonis,” katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diminta mengambil langkah sederhana, seperti memasang patok batas yang permanen dan memastikan proses pengukuran dilakukan dengan melibatkan pemilik tanah yang berbatasan.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat segera mengurus sertipikat tanah bagi yang belum memilikinya. Sertipikat dinilai penting karena memuat informasi resmi mengenai lokasi, luas, dan batas tanah yang diakui negara.

“Dengan memastikan batas tanah jelas dan bersertipikat, masyarakat dapat melindungi asetnya sekaligus menghindari persoalan di masa depan,” ujar Shamy.*

You can share this post!